BANDA ACEH

Boni dan Misinya Menjaga Warisan Sejarah Lewat Toko Barang Antik di Banda Aceh

Boni menunjukkan sejumlah koleksi barang antik di tokonya yang berlokasi di Jalan Soekarno Hatta No. 97, Gampong Mibo, Banda Raya, Banda Aceh, Sabtu, 19 Juli 2026. (Foto: Ardi/portalnusa.com/ kolase by.portalnusa.com)

PORTALNUSA.com | BANDA ACEH – Di tengah derasnya arus modernisasi dan berkembangnya perdagangan digital, sebuah toko barang antik di Jalan Soekarno Hatta Nomor 97, Gampong Mibo, Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh, tetap bertahan menjadi tempat berburu benda-benda bersejarah bagi para kolektor.

Di toko milik Boni itu, beragam koleksi bernilai sejarah tersusun rapi, mulai dari guci kuno, piring keramik, peralatan rumah tangga klasik, hingga berbagai pernak-pernik antik yang sebagian besar berasal dari Aceh dan sejumlah daerah di Indonesia.

Boni mengaku telah menekuni usaha jual beli barang antik selama hampir 20 tahun. Selama itu pula, ia membangun jaringan dengan para kolektor dan pencari barang antik dari berbagai daerah.

“Alhamdulillah, sudah hampir 20 tahun saya menjalankan usaha ini. Barang-barang koleksi kami peroleh dari berbagai daerah, bahkan sesekali ada pesanan dari luar Aceh yang harus kami kirim,” ujar Boni kepada PortalNusa.com, Sabtu, 19 Juli 2026.

Menurutnya, usaha barang antik memiliki pasar yang sangat spesifik. Pelanggannya umumnya berasal dari kalangan kolektor, pecinta sejarah, hingga masyarakat yang mencari benda-benda klasik sebagai koleksi maupun dekorasi.

Meski jumlah pembeli tidak sebanyak usaha perdagangan pada umumnya, Boni tetap mempertahankan usahanya karena kecintaannya terhadap benda-benda bersejarah. Ia menilai setiap koleksi memiliki nilai budaya dan cerita yang layak diwariskan kepada generasi berikutnya.

Namun, hingga kini ia mengaku belum banyak mendapat perhatian dari pemerintah. Padahal, keberadaan toko barang antik dinilai dapat menjadi bagian dari pengembangan ekonomi kreatif sekaligus wisata sejarah di Banda Aceh.

“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah maupun pihak terkait agar usaha seperti ini tetap bisa bertahan. Barang antik bukan hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menyimpan sejarah dan budaya yang perlu dilestarikan,” ungkapnya.

Di tengah perubahan zaman, toko barang antik milik Boni menjadi salah satu saksi bahwa jejak masa lalu masih memiliki tempat di hati para pencinta sejarah. Dengan tetap bertahan selama hampir dua dekade, usaha tersebut menjadi ruang pelestarian warisan budaya yang diharapkan terus hidup dan dikenal oleh generasi mendatang.[]