Jembatan Putus Diterjang Banjir, TNI Bangun Akses Baru di Dabun Gelang
PORTALNUSA.com | GAYO LUES — TNI menargetkan pembangunan jembatan gantung di Desa Kendawi, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, rampung sebelum peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, menggantikan jembatan beton yang roboh diterjang banjir bandang akhir tahun lalu.
Jembatan tersebut menjadi akses vital bagi warga di sejumlah desa yang selama ini terdampak putusnya jalur penghubung akibat bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah itu.
Komandan Peleton Yon TP 855/Raksaka Dharma, Peltu Nurdin, mengatakan progres pembangunan jembatan telah mencapai lebih dari 50 persen setelah dikerjakan selama sekitar satu bulan lebih.

“Perkembangan pembangunan sudah mencapai sekitar 50 persen dan salah satu abutmen jembatan telah selesai dibangun,” katanya.
Sembari menunggu jembatan gantung selesai, TNI bersama masyarakat telah membangun jembatan sling darurat sebagai jalur penyeberangan sementara. Satu unit perahu karet juga disiagakan untuk membantu mobilitas warga di lokasi.
Pembangunan jembatan tersebut mendapat perhatian dari Posko Nasional Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR). Kepala Koordinator Wilayah Aceh II Satgas PRR, Brigjen TNI (Mar) Guslin, sebelumnya telah meninjau langsung lokasi proyek untuk memastikan proses pembangunan berjalan sesuai rencana.

Dandim 0113/Gayo Lues Letkol Arm Fran Desiafan Eka Saputra mengatakan pekerjaan konstruksi terus dipercepat agar akses masyarakat dapat segera pulih.
Jembatan beton di Desa Kendawi sebelumnya ambruk setelah diterjang banjir bandang yang dipicu hujan lebat berkepanjangan dan meningkatnya debit Sungai Tripe pada akhir November tahun lalu. Putusnya jembatan tersebut sempat mengisolasi akses warga dan mengganggu aktivitas pendidikan serta perekonomian masyarakat setempat.
Selain merobohkan jembatan, bencana juga merusak sejumlah fasilitas umum, termasuk SD Negeri 5 Dabun Gelang dan SMP Satu Atap Kendawi. Untuk menjaga proses belajar mengajar tetap berlangsung, kegiatan sekolah sementara dipindahkan ke meunasah desa.
Kepala Posko Wilayah Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), Safrizal ZA, mengapresiasi upaya TNI dan masyarakat yang terlibat dalam percepatan pembangunan jembatan tersebut.
“Terima kasih kepada personel TNI yang telah bekerja membangun jembatan ini. Semoga dapat selesai sesuai jadwal sehingga aktivitas masyarakat kembali normal,” ujarnya.
Menurut Safrizal, pemulihan infrastruktur di kawasan terdampak bencana terus menjadi prioritas pemerintah mengingat pentingnya akses transportasi bagi mobilitas warga dan pemulihan ekonomi masyarakat.[]








