BPBK Aceh Jaya Imbau Warga Waspadai Dampak Kemarau, Risiko Kekeringan Masih Mengintai

INFOGRAFIS | BMKG memprediksi sejumlah wilayah Aceh masih berpotensi mengalami musim kemarau pada Dasarian I Agustus 2026.(Grafis: Portalnusa.com/Sams)

PORTALNUSA.com | CALANG – Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Aceh Jaya mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak musim kemarau yang masih melanda sejumlah wilayah Aceh. Imbauan tersebut disampaikan berdasarkan prediksi curah hujan probabilistik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk Dasarian I Agustus 2026.

Kepala BPBK Aceh Jaya, A.G. Suhadi, mengatakan sejumlah daerah pesisir diperkirakan mengalami curah hujan rendah, sehingga berpotensi meningkatkan risiko kekeringan yang dapat berdampak pada sektor pertanian, perkebunan, hingga ketersediaan air bersih.

“Berdasarkan informasi BMKG, wilayah pesisir Aceh Besar dan pesisir Pidie berpotensi mengalami curah hujan di bawah 20 milimeter dengan peluang lebih dari 50 persen. Kondisi ini menunjukkan pengaruh musim kemarau masih cukup kuat,” ujar Suhadi, Sabtu,1 Agustus 2026.

Meski demikian, BMKG juga memprediksi sejumlah wilayah seperti Gayo Lues, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Tamiang, sebagian Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Kota Subulussalam, dan Aceh Singkil masih berpeluang menerima curah hujan lebih dari 50 milimeter.

Suhadi mengingatkan, distribusi hujan yang tidak merata tetap berpotensi memicu kekeringan lokal, terutama pada lahan pertanian tadah hujan dan sumber air masyarakat.

Karena itu, masyarakat diimbau menggunakan air secara bijak, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, serta terus memantau informasi cuaca resmi dari BMKG. Petani dan pelaku usaha perkebunan juga diminta menyiapkan langkah antisipasi jika musim kemarau berlangsung lebih panjang.

BPBK Aceh Jaya bersama pemerintah daerah dan instansi terkait terus memantau perkembangan cuaca serta menyiapkan langkah mitigasi guna meminimalkan dampak bencana hidrometeorologi selama musim kemarau 2026. []