IKAL-Lemhannas Aceh Dorong Percepatan Rehab-Rekon Pascabencana
PORTALNUSA.com | BANDA ACEH – Pemulihan Aceh pascabencana tak boleh berjalan lamban. Percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) membutuhkan sinergi seluruh kekuatan daerah agar masyarakat terdampak segera kembali menjalani kehidupan secara layak.
Pesan itu mengemuka dalam Ngopi Kebangsaan DPD IKAL-Lemhannas Aceh di Warkop dKupi Aceh 2, Banda Aceh, Sabtu, 12 September 2026. Mengangkat tema “Akselerasi Rekonstruksi Aceh Pasca Bencana Hidrometeorologi Guna Memperkokoh Ketahanan Nasional”, forum ini mempertemukan Pemerintah Aceh, TNI-Polri, Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), BUMN/BUMD, akademisi, ulama, tokoh masyarakat, dunia usaha, alumni Lemhannas dan media.
Ketua DPD IKAL-Lemhannas Aceh, Prof. Dr. Syahrizal Abbas, mengatakan Ngopi Kebangsaan yang telah menjadi tradisi sejak 2019 bukan sekadar forum silaturahmi, tetapi ruang untuk membahas persoalan strategis dan melahirkan gagasan konkret bagi Aceh. Plt. Sekda Aceh Taufik, ST, MT, menegaskan pemerintah terus memacu langkah strategis untuk menuntaskan tahapan rehab-rekon di wilayah terdampak, dengan dukungan berbagai unsur, termasuk jajaran Polri.
Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan menyatakan kesiapan Polda Aceh memperkuat sinergi untuk mempercepat pemulihan, baik secara fisik maupun sosial. Dari unsur TNI, Kasdam Iskandar Muda Brigjen TNI Dwi Sasongko menyebut pihaknya terus berkoordinasi mempercepat pembangunan infrastruktur, khususnya jembatan yang menjadi akses vital masyarakat di berbagai wilayah Aceh.
Sementara itu, Ketua Tim Satgas PRR Aceh, Dr. Drs. Imran, M.Si., meminta seluruh pihak mengesampingkan perbedaan dan menghentikan narasi saling menyalahkan. Menurutnya, pemulihan harus menjadi kepentingan bersama dengan satu fokus utama, yakni mengembalikan kehidupan masyarakat terdampak.
IKAL-Lemhannas Aceh menilai program rehab-rekon yang ditargetkan berlangsung hingga 2028 tidak boleh hanya dimaknai sebagai pembangunan kembali rumah, jalan dan jembatan. Pemulihan harus sekaligus menggerakkan kembali perekonomian, memulihkan kehidupan sosial dan memperkuat ketahanan masyarakat. Karena itu, prosesnya harus cepat, tepat sasaran, transparan dan akuntabel agar anggaran benar-benar memberi manfaat.
Sekjen DPD IKAL-Lemhannas Aceh, Dr. Yusri Kasim, mengatakan Ngopi Kebangsaan akan terus digelar secara berkala sebagai ruang pertukaran gagasan dan kontribusi alumni Lemhannas bagi daerah dan bangsa. Bagi IKAL-Lemhannas Aceh, keberhasilan pemulihan bukan sekadar ketika infrastruktur kembali berdiri, tetapi ketika masyarakat mampu bangkit, perekonomian kembali bergerak, dan ketahanan sosial Aceh semakin kuat. []











