PASKA Aceh dan HAKA Latih 30 Petani Perempuan Pidie Jaya Buat Pupuk Organik dan Pestisida Nabati
PORTALNUSA.com | PIDIE JAYA – Sebanyak 30 petani perempuan di Dusun Pulo Kumbang, Gampong Babah Krueng, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya, mengikuti Sekolah Lapang Petani (SLP) yang digelar Yayasan PASKA Aceh bersama Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAKA).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 21–22 September 2026, tersebut menjadi ruang belajar bagi para petani untuk mengembangkan praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk dan pestisida kimia.
Koordinator Yayasan PASKA Aceh, Faridah Haryani, mengatakan program ini diarahkan guna peningkatkan kemampuan petani memproduksi kebutuhan pertanian dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.
“Program bertujuan mengurangi ketergantungan petani pada pupuk dan bahan kimia sintetis yang harganya kian melonjak, sekaligus memulihkan kesehatan ekosistem tanah melalui praktik pertanian organik,” ungkap Faridah kepada Portalnusa.com, Selasa, 22 September 2026.
Dalam kegiatan itu, para peserta mendapatkan pembekalan sekaligus praktik mengenai pembuatan pupuk organik padat, pupuk organik cair (POC), nutrisi cair melalui proses fermentasi, serta pestisida nabati (Pesnab).
Bahan yang digunakan dengan memanfaatkan limbah organik dan kotoran ternak.
Para petani juga diajarkan proses pengolahan campuran, takaran, fermentasi hingga mengaplikasikan produk tersebut pada tanaman hortikultura maupun lahan persawahan.
“Pelatihan dikemas secara interaktif melalui kombinasi pemaparan teori dasar dan praktik secara langsung di lapangan atau areal persawahan dan kebun,” ujarnya.
Perempuan dan Ketahanan Pangan
Faridah mengatakan, keterlibatan petani perempuan dalam sekolah lapang tersebut bukan sekadar untuk meningkatkan keterampilan bertani.
Lebih lanjut, program itu diharapkan memperkuat peran perempuan dalam ketahanan pangan sekaligus membantu menekan biaya produksi rumah tangga petani.
Dengan metode experiential learning, peserta tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi langsung mempraktikkan setiap tahapan pembuatan pupuk dan pestisida nabati.
“Perempuan pada dasarnya memiliki peran krusial dalam ketahanan pangan keluarga. Membekali mereka dengan keterampilan memproduksi sarana pertanian secara mandiri akan berdampak langsung pada efisiensi biaya produksi dan peningkatan ekonomi rumah tangga,” katanya.
Menurut Faridah, kemampuan tersebut, dapat menjadi modal bagi masyarakat untuk memanfaatkan sumber daya yang selama ini dianggap sebagai limbah menjadi sesuatu yang bernilai dan berguna bagi pertanian.
Ia berharap kolaborasi PASKA Aceh dan HAKA tidak berhenti di Dusun Pulo Kumbang, tetapi berkembang menjadi model pertanian berkelanjutan yang dapat diterapkan di wilayah lain.
“Melalui kolaborasi inisiatif PASKA Aceh dan HAKA ini diharapkan menjadi model pertanian berkesinambungan yang dapat direplikasi di 221 gampong lainnya di delapan kecamatan di Pidie Jaya,” ujarnya.
Program tersebut sekaligus membuka ruang bagi petani untuk membangun kemandirian dalam memenuhi kebutuhan pertanian, dengan memanfaatkan potensi yang tersedia di lingkungan mereka sendiri. []











