Viral Dugaan Siswa Dikeroyok di Banda Aceh, Keluarga Korban: “Bagaimana Kalau Anak Kalian yang Mengalaminya?”
PORTALNUSA.com | BANDA ACEH – Sebuah unggahan keluarga korban terkait dugaan kekerasan terhadap seorang siswa di Kota Banda Aceh viral di media sosial. Pesan yang disampaikan keluarga korban bukan hanya soal luka yang dialami anak mereka, tetapi juga tentang trauma dan ketakutan untuk kembali ke sekolah.
Dikutip dari unggahan akun Instagram @alya.collection, keluarga korban mengungkapkan kekecewaan sekaligus mempertanyakan sikap yang seharusnya diambil orang tua ketika anak mereka menjadi korban kekerasan.
“Gimana kalau anak kalian jadi korban seperti ini. Apakah kalian terima anak kalian dipukulin seperti ini?” tulis keluarga korban.
Dalam unggahan tersebut, keluarga menyebut korban diduga dipukul oleh lebih dari enam orang. Mereka mengklaim korban mengalami kekerasan pada bagian wajah hingga kepalanya terbentur tembok.
Korban juga disebut mendapat tendangan pada bagian perut hingga terjatuh. Keluarga korban kemudian menyebut bagian mulut anak mereka mengalami luka hingga mengeluarkan darah.
“Pelaku sambil lari tendang perut korban sampai jatuh, kalian pukul mulutnya sampai berdarah,” tulisnya.
Keluarga korban juga mengungkap dugaan adanya upaya agar luka yang dialami korban tidak diketahui oleh guru. Klaim tersebut masih perlu dikonfirmasi kepada pihak sekolah maupun pihak-pihak lain yang mengetahui kejadian.
Bukan Hanya Luka, Trauma Jadi Sorotan
Yang paling dikhawatirkan keluarga bukan hanya luka fisik yang dialami korban.
Mereka menyebut anak tersebut kini mengalami ketakutan untuk masuk sekolah dan merasa malu setelah kejadian.
“Kalian harus pikirkan mental anak & trauma anak saya. Dia takut masuk sekolah malu,” tulis keluarga korban.
Keluarga juga mempertanyakan apakah mereka harus menerima begitu saja jika persoalan tersebut diselesaikan melalui perdamaian.
“Apakah kalian mau memaafkan pelaku yang lebih dari 6 orang memukul anak kalian? Apakah kalian mau berdamai dengan pelaku?” tulisnya.
Bagi keluarga korban, persoalan tersebut menyangkut rasa aman seorang anak di lingkungan sekolah sekaligus dampak psikologis yang mungkin tidak terlihat secara kasatmata.
“Saya Bukan Orang Kaya, atau Pejabat”
Dalam unggahannya, keluarga korban juga menyinggung posisi sosial mereka.
“Mungkin aku bukan orang kaya seperti kalian. Mungkin aku bukan pejabat.” tulisnya.
Pernyataan itu kemudian ditutup dengan kalimat yang menjadi sorotan di media sosial:
“Aku hanya punya THE POWER OF NETIZEN.”
Unggahan tersebut kemudian menyebar dan memicu reaksi warganet. Perhatian publik kini tertuju pada bagaimana kasus tersebut ditangani, termasuk langkah sekolah, kondisi korban, serta proses klarifikasi terhadap siswa-siswa yang disebut terlibat.
Meski demikian, seluruh tudingan mengenai kronologi dan keterlibatan pihak tertentu dalam unggahan tersebut masih merupakan keterangan dari keluarga korban dan belum dapat dinyatakan sebagai fakta yang telah terverifikasi secara independen.
PORTALNUSA.com akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memberikan ruang konfirmasi kepada pihak sekolah, keluarga korban, maupun pihak terkait. []











