Pijay Komit Penuhi Pangan bagi 6.804 Warga Terdampak Bencana
PORTALNUSA.com | PIDIE JAYA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya berkomitmen memastikan kebutuhan pangan bagi 6.804 warga atau 1.316 kepala keluarga (KK) yang terdampak bencana hidrometeorologi dan kini menempati hunian sementara (huntara) di sejumlah lokasi.
Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi mengatakan, pemerintah daerah terus mengupayakan bantuan pangan melalui pengajuan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) kepada Badan Pangan Nasional. Bantuan tersebut diprioritaskan bagi masyarakat terdampak yang berada dalam kondisi rentan, terutama warga yang masih tinggal di huntara.
“Sebagai jaminan dalam memenuhi pangan bagi warga terdampak bencana, Pemkab Pijay senantiasa mengajukan bantuan CBP kepada Badan Pangan Nasional,” kata Sibral Malasyi bersama Plt Kepala Pelaksana BPBD Pidie Jaya, Okta Handipa, kepada Portalnusa.com, Kamis, 24 September 2026.
Menurut Sibral, pengajuan tersebut mendapat dukungan pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional dan Perum Bulog. Total bantuan yang diterima mencapai 34,02 ton beras, dengan alokasi 5 kilogram per jiwa untuk memenuhi kebutuhan pangan selama dua pekan.
Ia menilai bantuan tersebut masih sangat dibutuhkan mengingat sebagian warga terdampak belum sepenuhnya pulih dari dampak bencana, termasuk dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Di sisi lain, dampak bencana juga masih dirasakan sektor pertanian. Sekitar 464 hektare areal persawahan masih tertutup lumpur dan material banjir bandang dengan ketebalan mencapai 1,5 hingga 2 meter dari permukaan lahan produktif.
“Patut dipahami, warga Pijay lebih didominasi hidup dengan menggantungkan harapan pada sektor pertanian,” ujar Sibral.
Pemkab Pidie Jaya, kata dia, tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga mendorong percepatan pemulihan kehidupan dan penghidupan masyarakat terdampak.
“Pemenuhan kebutuhan dasar harus tetap berjalan bersamaan dengan percepatan pemulihan kehidupan dan penghidupan masyarakat,” katanya.
Pemerintah daerah memastikan dukungan pangan bagi warga terdampak terus diupayakan selama proses pemulihan pascabencana berlangsung.[]











