Dari Latihan Tujuh Hari ke Juara 1, Balqis Batrisya Bidik MTQ Kabupaten Bireuen

Balqis Batrisya, santri Pesantren Modern Al Zahrah, raih Juara 1 cabang Khattil Qur’an Kontemporer Putri pada Seleksi MTQ ke-XXXVIII tingkat Kecamatan Kuala, Kabupaten Bireuen, Minggu, 27 September 2026. (Foto: Ist/Kolase: PORTALNUSA.com)

PORTALNUSA.com | BIREUEN – Baru saja pertama mengikuti lomba kaligrafi kontemporer, Balqis Batrisya langsung meraih Juara 1 pada Seleksi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXVIII tingkat Kecamatan Kuala, Kabupaten Bireuen.

Santri Pesantren Modern Al Zahrah tersebut meraih nilai 93 dalam cabang Khattil Qur’an Kontemporer Putri. Hasil ini mengantarkannya menjadi wakil Kecamatan Kuala untuk berlaga pada MTQ tingkat Kabupaten Bireuen.

Seleksi berlangsung pada 24–28 September 2026 dan diikuti peserta dari berbagai kalangan di Kecamatan Kuala. Balqis memastikan gelar juara pada Minggu, 27 September 2026.

Capaian tersebut menjadi kejutan tersendiri bagi Balqis. Sebab, sebelum mengikuti seleksi, ia belum pernah berkompetisi pada cabang kaligrafi kontemporer.

Persiapannya juga terbilang singkat. Selama tujuh hari, Balqis menjalani latihan intensif dan di bimbing ibundanya, Rova Rovita, serta Ustazah Jumiati.

Akhirnya, kerja keras itu berbuah hasil. Putri pasangan Khalil dan Rova Rovita tersebut mengaku senang dan bersyukur atas pencapaiannya.

Di luar kaligrafi, Balqis memiliki ketertarikan pada musik. Namun, ia menyimpan cita-cita untuk menjadi dokter bedah.

Kini, tantangan berikutnya menanti. Balqis akan membawa nama Kecamatan Kuala pada MTQ Kabupaten Bireuen. Ia menargetkan kembali meraih Juara 1 dan melanjutkan langkah hingga tingkat Provinsi Aceh.

Pimpinan Pesantren Modern Al Zahrah, Dr. Tgk. H. M. Fadhil Rahmi, Lc., M.Ag., mengapresiasi prestasi tersebut dan berharap Balqis mampu mempertahankan pencapaiannya pada kompetisi berikutnya.

“Selamat mengikuti MTQ Kabupaten Bireuen. Semoga dapat meraih Juara 1 hingga mewakili Bireuen ke tingkat Provinsi,” ujarnya.

Bagi Balqis, kemenangan di tingkat kecamatan menjadi langkah awal. Setelah tujuh hari persiapan dan debut di kaligrafi kontemporer, ia kini bersiap menghadapi persaingan yang lebih besar di tingkat Kabupaten Bireuen. []