Menuju Pemilu 2029, ICMI dan Bawaslu Sabang Perkuat Literasi Politik
PORTALNUSA.com | SABANG – Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orda Kota Sabang bersama Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Sabang menggelar diskusi publik bertema “Menuju Demokrasi Berkualitas Tahun 2029” di Warkop Hery Kupi Premium, Kota Sabang, Kamis, 22 Oktober 2026.
Forum bertajuk Wacana Demokrasi: Warkop dan Catatan Nalar tersebut menjadi ruang dialog lintas elemen masyarakat untuk membahas tantangan demokrasi, memperkuat literasi politik, serta mendorong keterlibatan publik dalam mengawal proses demokrasi menjelang Pemilu 2029.
Sementara itu, Ketua ICMI Orda Kota Sabang, Dr. Fajran Zain, M.A., mengatakan demokrasi akan berkualitas tidak cukup diukur dari pelaksanaan pemilihan umum. Kesadaran masyarakat memahami hak, menjalankan tanggung jawab kewarganegaraan, dan menghargai perbedaan juga menjadi bagian penting demokrasi.
Menurutnya, pendidikan demokrasi perlu diperkuat sejak dini agar generasi muda mampu berpikir kritis, menyaring informasi secara objektif, serta menentukan pilihan politik secara rasional dan bertanggung jawab.
“Demokrasi merupakan tanggung jawab bersama. Generasi muda tidak cukup hanya menjadi pemilih, tetapi juga perlu berperan sebagai warga negara yang kritis, menghargai perbedaan, dan berkontribusi positif bagi pembangunan daerah,” ungkapnya.
Di lain sisi, Ketua Bawaslu Kota Sabang, Kurdinar, menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga integritas pemilu. Pengawasan demokrasi, kata dia, tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara, tetapi juga membutuhkan keterlibatan warga.
Masyarakat diharapkan memahami aturan pemilu, memiliki kepedulian terhadap jalannya proses demokrasi, serta berani melaporkan dugaan pelanggaran melalui mekanisme yang berlaku.
Diskusi tersebut menghadirkan tujuh narasumber dari berbagai latar belakang, yakni Kurdinar, Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Sabang Akmal Said, S.E., Kepala Kesbangpol Kota Sabang Misman, Ketua ICMI Orda Kota Sabang Fajran Zain, Ketua Kaukus Perempuan Politik Indonesia Citra Suherman, S.H., M.H., perwakilan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Mulkhaidir, serta Ketua PWI Kota Sabang Jalaluddin Zky.
Beragam perspektif dibahas dalam forum, mulai dari pendidikan politik, penyelenggaraan pemilu, wawasan kebangsaan, partisipasi perempuan, nilai-nilai keagamaan, hingga peran kebebasan pers dalam kehidupan demokrasi.
Peserta berasal dari kalangan pelajar, mahasiswa, organisasi kepemudaan, dan berbagai elemen masyarakat. Sejumlah lembaga pendidikan yang terlibat antara lain OSIS SMAN 1 Sabang, SMAN 2 Sabang, SMKN 1 Sabang, SMA Swasta Al-Mujaddid Sabang, MAN Sabang, BEM STIS Al Aziziyah Sabang, dan AKPER Ibnu Sina Sabang.
Kegiatan tersebut, juga melibatkan Pemuda Muhammadiyah, PC NU, Pemuda Pancasila, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), PWI, BKPRMI, serta unsur masyarakat lainnya.
Pemilihan warung kopi sebagai lokasi diskusi menghadirkan suasana informal yang memungkinkan peserta berdialog langsung dengan para narasumber. Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang diwarnai pertanyaan mengenai realitas dan tantangan demokrasi di Kota Sabang.
Gagasan yang muncul dalam diskusi tersebut diharapkan dapat dirangkum dalam Catatan Nalar sebagai bahan rekomendasi dan tindak lanjut pendidikan politik di daerah.
ICMI dan Bawaslu Kota Sabang berharap kolaborasi lintas sektor ini dapat berlanjut melalui kegiatan pendidikan demokrasi secara berkelanjutan, terutama bagi generasi muda dan pemilih pemula.
Upaya tersebut dinilai penting untuk membangun masyarakat yang tidak hanya menggunakan hak pilih, tetapi juga memahami proses demokrasi, menjaga integritas, serta berpartisipasi secara bertanggung jawab dalam mengawal Pemilu 2029. []













