HUKUM, NEWS  

Ekses Teror Bom, Warga Pusong Lhokseumawe Surati Presiden Jokowi

Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Safaruddin mendampingi masyarakat yang mencari nafkah di sekitar Waduk Pusong, Kota Lhokseumawe yang merasa tertekan pascateror bom molotov beberapa hari lalu. (Foto kiriman Abdul Halim)

PORTALNUSA.com | LHOKSEUMAWE – Warga Pusong, Kota Lhokseumawe yang mencari nafkah dengan memanfaatkan potensi Waduk Pusong membuat surat terbuka untuk Presiden Jokowi, Selasa, 28 Februari 2023.

Surat terbuka itu dicetak pada lembaran spanduk dibentangkan di warung milik Azizah yang terbakar akibat serangan bom molotov beberapa lalu.

Surat itu mengirim pesan permintaan keamanan dan kenyamanan warga dalam mencari nafkah karena selama ini mereka merasa selalu diteror oleh pihak-pihak tertentu yang akan membongkar paksa tempat warga mencari nafkah.

Surat terbuka untuk Jokowi. (Foto kiriman Abdul Halim)

Azizah menceritakan, dulu mereka nyaman berjualan di sekitar Waduk Pusong. Begitu juga pengunjung merasakan tak ada masalah menikmati suasana di sekitar waduk sambil nongkrong menikmati makanan dan minuman yang dijajakan oleh masyarakat.

“Namun semenjak masuk Pj Wali Kota Lhokseuawe, Imran suasananya berubah. Kami merasa diteror dengan kebijakan yang akan menggusur tempat kami mencari nafkah,” kata Azizah.

Teror bom molotov beberapa waktu lalu di Waduk Pusong membuat warga semakin tertekan, apalagi teror dengan bom molotov bisa mengancam keselamatan jiwa.

Pasca-teror bom molotov, ada warga yang sebelumnya menjadikan warung sebagai tempat tinggal harus berutang uang guna menyewa rumah. Mereka tak berani lagi tinggal di warung karena khawatir kasus serupa kembali terulang.

Diadvokasi YARA

Kasus yang dihadapi masyarakat yang mencari nafkah di sekitar Waduk Pusong diadvokasi oleh Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA).

Ketua YARA, Safaruddin yang hadir pada saat pemasangan surat terbuka menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Lhokseumawe harus membaca dokumen lingkungan Waduk Pusong agar bisa paham tentang keberadaan waduk itu.

YARA mengingatkan Pj Wali Kota Lhokseumawe agar tidak arogan dengan masyarakat.

“Harusnya Pj Wali Kota Lhokseumawe berdiskusi dengan warga seperti yang dilakukan Presiden Jokowi saat menjabat Wali Kota Solo dulu. Jangan merasa derajatnya lebih tinggi dari warga pedagang maupun petani keramba sehingga enggan bertemu langsung menyerap aspirasi masyarakat,” tandas Safaruddin.[]