Video Aktivis Kemanusiaan Dipaksa Bersujud oleh Tentara Israel Tuai Kecaman Dunia

Sejumlah aktivis Global Sumud Flotilla dibariskan dengan tangan terikat usai ditangkap tentara Israel dalam misi kemanusiaan menuju Gaza, Selasa, 20 Mei 2026. Video tersebut memicu kecaman internasional karena dinilai tidak manusiawi terhadap relawan sipil. (Foto : Tangkapan layar video/ Ig @nowdots)

PORTALNUSA.com | JAKARTA – Sejumlah aktivis yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) dilaporkan mengalami tindakan represif usai ditangkap tentara Israel saat berlayar menuju Palestina melalui perairan Mediterania, Selasa, 20 Mei 2026.

Laporan tersebut mencuat setelah beredar video yang dibagikan Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir. Dalam video itu, para aktivis terlihat dibariskan dengan tangan terikat di belakang tubuh dan dipaksa bersujud di atas dek kapal.

Salah seorang aktivis perempuan juga tampak terus meneriakkan “Free Palestine” sebelum akhirnya mendapat perlakuan keras dari aparat keamanan Israel.

Hingga kini belum ada kepastian apakah terdapat warga negara Indonesia atau aktivis Indonesia dalam rekaman video tersebut. Identitas para relawan yang terlihat di dalam video juga belum diumumkan secara resmi.

Insiden tersebut langsung memicu kecaman dari berbagai pihak internasional. Tindakan aparat Israel dinilai melanggar prinsip kemanusiaan dan membahayakan keselamatan relawan sipil yang sedang menjalankan misi bantuan untuk warga Gaza.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, turut menanggapi polemik tersebut. Ia disebut menyatakan tindakan sejumlah aparat tidak mencerminkan norma yang berlaku di Israel.

Netanyahu juga mengungkapkan bahwa pemerintah Israel berencana mendeportasi para aktivis yang ditangkap dalam operasi pencegatan kapal kemanusiaan tersebut.

Peristiwa ini kembali menambah sorotan dunia terhadap keselamatan relawan dan aktivis internasional di tengah meningkatnya ketegangan konflik kemanusiaan di Jalur Gaza.[]