Sapi Qurban dari Turki Tebar Kebahagiaan di Wilayah Terdampak Banjir Aceh

Masyarakat Turki menyalurkan 150 ekor sapi qurban bagi warga terdampak banjir di wilayah, Pidie JayaAceh pada Idul Adha 1447 Hijriah, Kamis, 28 Mei 2026.(Foto : Dok. Aceh Indonesia Community Resilience Foundation (AICRF) untuk portalnusa.com)

PORTALNUSA.com | PIDIE JAYA – Di tengah proses pemulihan pascabanjir bandang yang melanda Aceh akhir 2025 lalu, bantuan 150 ekor sapi qurban dari masyarakat Turki menghadirkan kebahagiaan bagi ribuan warga terdampak di sejumlah wilayah Aceh pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Kamis, 28 Mei 2026

Program qurban tersebut menyasar masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Pidie Jaya, Pidie, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Utara hingga Aceh Timur. Sebagian besar bantuan diprioritaskan bagi desa-desa yang mengalami kerusakan parah akibat bencana.

Di Kabupaten Pidie Jaya, Yayasan Ketangguhan Komunitas Aceh Indonesia atau Aceh Indonesia Community Resilience Foundation (AICRF) memfasilitasi penyaluran bantuan di dua gampong terdampak, yakni Gampong Meunasah Beuringen, Kecamatan Meurah Dua dan Gampong Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu.

Masing-masing gampong menerima dua ekor sapi qurban yang didistribusikan kepada sekitar 240 kepala keluarga.

Pelaksana Program Qurbani Eid Al-Adha 1447 H/2026 di Aceh, Husaini Ismail, mengatakan proses penyembelihan hewan qurban untuk wilayah Pidie Jaya dipusatkan di Gampong Meue, Kecamatan Trienggadeng.

“Secara keseluruhan terdapat 150 ekor sapi yang disalurkan kepada masyarakat di wilayah Pidie Jaya, Pidie, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Utara hingga Aceh Timur,” ujar Husaini.

Menurutnya, bantuan tersebut bukan sekadar distribusi daging qurban, tetapi juga simbol persaudaraan antara masyarakat Turki dan Aceh yang telah terjalin sejak lama.

“Melalui program ini, masyarakat Turki turut menyampaikan salam hangat dan kepedulian kepada masyarakat Aceh, khususnya warga yang sedang bangkit dari dampak bencana,” Ujarnya.

Tokoh masyarakat sekaligus mantan Bupati Pidie Jaya periode 2007–2009, H. Salman Ishak, yang turut meninjau proses penyembelihan hewan qurban menilai kegiatan tersebut mengandung pesan kemanusiaan yang kuat.

Ia menyebut qurban tidak hanya memiliki dimensi ibadah, tetapi juga menjadi bentuk solidaritas sosial lintas negara.

“Dimensi ketaqwaan terlihat dari pengabdian masyarakat Turki kepada Allah SWT melalui ibadah qurban ini. Dimensi sosial tampak dari kepedulian mereka terhadap masyarakat terdampak bencana di luar negaranya,” ujar Salman.

Sementara itu, Ketua AICRF, Imran, mengatakan bantuan qurban memiliki dampak psikologis tersendiri bagi masyarakat korban banjir yang hingga kini masih berjuang memulihkan kondisi ekonomi keluarga.

Menurutnya, tradisi meugang di Aceh memiliki makna budaya dan emosional yang kuat karena identik dengan kebersamaan keluarga menjelang hari raya.

“Dalam kondisi pascabencana, banyak warga yang belum tentu mampu membeli daging. Kehadiran program qurban ini menjadi penyejuk hati sekaligus bentuk kepedulian nyata bagi masyarakat,” Jelas Imran.

Apresiasi juga disampaikan Keuchik Gampong Meunasah Beuringen, Muhammad Isa. Ia menyebut bantuan tersebut sangat membantu masyarakat yang masih berupaya bangkit setelah banjir bandang melanda permukiman mereka tahun lalu.

“Semoga seluruh donatur dari Turki dan semua pihak yang terlibat mendapat balasan pahala dan keberkahan,” ujarnya.[]