Jelang Gelaran Piala Dunia 2026, Ketua DPRK Banda Aceh Terima Pimpinan TVRI

Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah didampingi Wakil Ketua Musriadi memberikan keterangan pers ketika menerima kunjungan pimpinan dan staf TVRI Aceh, Jumat, 5 Juni 2026 menjelang pergelaran turnamen sepakbola Piala Dunia 2026.(Dok DPRK Banda Aceh)

PORTALNUSA.com | BANDA ACEH – Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah, ST menerima pimpinan dan staf TVRI Aceh bahas penayangan pertanidngan sepakbola Piala Dunia 2026 yang digelar mulai 12 Juni 2026 di Amerika Serikat.

Kehadiran pimpinan dan staf TVRI Aceh, Jumat, 5 Juni 2026 disambut hangat Ketua DPRK Banda Aceh di ruang kerjanya, Lantai III Gedung DPRK Banda Aceh. Irwansyah didampingi Wakil Ketua, Musriadi dan Sekretaris Dewan, Tharmizi.

Irwansyah mengapresiasi atas hak siar yang didapat TVRI untuk Piala Dunia 2026, yang didukung penuh oleh pemerintah, sehingga semua warga dapat menyaksikan tayangan piala dunia dari penyisihan sampai final secara gratis di rumah maupun smartphone masing-masing

“Tayangan Piala Dunia dulunya berbayar sekarang menjadi gratis, bisa ditonton di aplikasi tidak berbayar. Saya apresiasi dengan kebijakan ini,” kata Irwansyah

Terkait nonton bareng, Irwansyah meminta kebijakan pimpinan TVRI agar biaya lisensi tayangan nobar komersil di warkop dan cafe untuk diperkecil kalau bisa bahkan digratiskan untuk Aceh.

Irwansyah juga mengimbau kepada seluruh warga khususnya pecinta bola, agar dapat menikmati kegiatan nobar Piala Dunia dengan tertib, rukun dan damai. Yang terpenting lagi jangan ada unsur perjudian.

“Fanatik dan dukungan favorit boleh saja, tapi jangan sampai berlebihan apalagi sampai menimbulkan gesekan, keributan bahkan kekacauan, semua akan rugi,” ujarnya

Pada kesempatan itu Irwansyah juga mengimbau kepada pihak PLN untuk antisipasi sejak awal, jangan sampai ada pemadaman listrik saat gelaran Piala Dunia 2026.

Piala Dunia 2026 dimulai dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya. Untuk pertama kalinya dalam sejarah turnamen, tiga negara tuan rumah, Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat akan menggelar seremoni masing-masing sebelum pertandingan dimulai.

Ketiga acara tersebut dirancang untuk menampilkan identitas budaya setiap negara sekaligus menjadi simbol persatuan turnamen yang untuk pertama kalinya diikuti 48 tim dan mempertandingkan total 104 laga.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengatakan konsep tersebut sengaja dibuat untuk memadukan sepak bola, musik, dan budaya dalam satu perayaan global.

“Seremoni-seremoni ini akan menyatukan musik, budaya, dan sepak bola dengan cara yang mencerminkan identitas masing-masing negara sekaligus persatuan yang menjadi ciri turnamen ini. Ini adalah cara yang kuat untuk memulai sebuah perayaan global yang sesungguhnya,” kata Infantino.[]