Pidie Fokus Bangkit dari Bencana, Ribuan Hektare Lahan Pertanian Rusak Segera Dipulihkan

Bupati Pidie, H. Sarjani Abdullah, SH, MH (Foto Humas Setdakab Pidie untuk Portalnusa.com)

PORTALNUSA.com|PIDIE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie menegaskan komitmennya untuk mempercepat pemulihan pascabencana banjir bandang yang melanda sejumlah kecamatan pada 26 November 2025 lalu. Fokus utama pemulihan diarahkan pada sektor pertanian, pembangunan infrastruktur, serta penyediaan hunian tetap bagi warga terdampak.

Bupati Pidie, H. Sarjani Abdullah, mengatakan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi menjadi langkah awal yang penting untuk mengembalikan aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat yang sempat terganggu akibat bencana hidrometeorologi tersebut.

“Pemerintah Kabupaten Pidie berkomitmen mempercepat pemulihan pascabencana melalui program rehabilitasi dan rekonstruksi yang difokuskan pada infrastruktur serta akses publik yang terdampak,” kata Sarjani Abdullah kepada Portalnusa.com, Rabu, 10 Juni 2026.

Menurut Sarjani, Hal tersebut juga telah disampaikan dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Capaian Penanganan serta Percepatan Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi yang digelar Pemerintah Aceh di Kantor Gubernur Aceh, Selasa, 9 Juni 2026.

Ia menegaskan, keberhasilan pemulihan membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten agar program yang dijalankan tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Salah satu sektor yang menjadi perhatian serius adalah pertanian. Dari total 26.504 hektare lahan pertanian di Kabupaten Pidie, sekitar 2.869 hektare atau 9,11 persen terdampak bencana dan memerlukan penanganan segera agar kembali dapat produktif.

“Lahan pertanian yang rusak harus segera dipulihkan karena menyangkut sumber penghidupan masyarakat dan ketahanan pangan daerah,” ujarnya Sarjani.

Sementara itu, Juru Bicara Bupati Pidie, Andi Firdhaus Lancok, menyebutkan selain sektor pertanian, pemerintah juga memprioritaskan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana.

Saat ini tercatat sebanyak 148 kepala keluarga (KK) membutuhkan pembangunan huntap yang diperkirakan memerlukan lahan seluas 0,8 hektare.

Di sisi lain, penyaluran bantuan Jaminan Hidup (Jadup) juga terus didorong. Berdasarkan data Satgas per 8 Juni 2026, jumlah penerima manfaat mencapai 35.714 keluarga, namun realisasi penyaluran tahap pertama baru menjangkau 151 keluarga penerima manfaat (KPM).

Pemkab Pidie berharap dukungan pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh dapat mempercepat proses pemulihan sehingga masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas secara normal dan bangkit dari dampak bencana yang terjadi enam bulan silam. []