Ikan Mati Mengapung di Krueng Panga, Dugaan Limbah Sawit Picu Kekhawatiran Warga
PORTALNUSA.com | ACEH JAYA – Warga Kecamatan Panga, Aceh Jaya, dikejutkan dengan kondisi aliran Krueng Panga yang diduga mengalami pencemaran. Sejumlah ikan ditemukan mati dan dalam kondisi lemah (teler) mengapung di permukaan sungai, disertai bau yang menyengat dari air sungai.
Pantauan Portalnusa.com pada Senin, 29 Juni 2026, sejumlah titik disepanjang aliran Krueng Panga terlihat ikan mengapung, baik yang sudah mati maupun masih bergerak lemah. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat, yang selama ini memanfaatkan sungai untuk berbagai aktivitas.
Sementara itu, Imum Mukim Panga Pasi, Hamidi, mengatakan masyarakat menduga kondisi itu berkaitan dengan aktivitas pengolahan kelapa sawit yang diduga berdampak terhadap kualitas air sungai.
“Air sungai berbau menyengat dan banyak ikan mati maupun teler. Masyarakat menduga ada kaitannya dengan limbah sawit yang masuk ke aliran Krueng Panga,” ujar Hamidi.
Ia berharap pemerintah segera melakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebab kejadian tersebut. Menurutnya, penanganan cepat diperlukan agar jika benar itu adalah dampak pencemaran tidak meluas dan mengganggu ekosistem maupun aktivitas masyarakat sekitar.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Aceh Jaya memastikan akan melakukan pengecekan lapangan.
Kepala Bidang Pengawasan Lingkungan DLH Aceh Jaya, Dewi, mengatakan pihaknya akan menurunkan tim untuk mengambil sampel air serta melakukan identifikasi terhadap sumber dugaan pencemaran.
“Kami akan segera turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan, pengambilan sampel air, dan uji laboratorium. Hasil pemeriksaan nantinya menjadi dasar untuk mengetahui penyebab pasti kondisi tersebut,” katanya.
Dewi menegaskan, apabila ditemukan pelanggaran terhadap aturan pengelolaan limbah, pihaknya akan mengambil tindakan sesuai ketentuan yang berlaku dan berkoordinasi dengan instansi terkait.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait termasuk pengelola perusahaan sawit yang diduga berkaitan dengan persoalan tersebut masih dalam upaya konfirmasi. Pemeriksaan lanjutan dari DLH Aceh Jaya diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti kondisi Krueng Panga. []








