PWI Pusat dan AFPI Perkuat Literasi Pendanaan Digital Lewat Workshop Jurnalistik

Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Marthen Selamet Susanto, mengatakan peningkatan kapasitas wartawan menjadi kunci menghadirkan pemberitaan yang akurat sekaligus memperkuat literasi keuangan digital di tengah masyarakat. (Foto: Dok. PWI Pusat/ Kolase by.portalnusa.com)

PORTALNUSA.com | JAKARTA – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, menjalin kerjasama dengan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) selanjutnya akan menggelar Workshop Jurnalistik bertema “Pindar untuk Inklusi Keuangan, Jurnalisme untuk Perlindungan Publik” pada Kamis, 6 Agustus 2026, di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat.

Dari press realese yang diterima portalnusa.com, Kegiatan direncanakan mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB. Tujuan utama kegiatan adalah untuk meningkatkan kapasitas insan pers dalam memahami industri pendanaan digital (Pindar), sekaligus memperkuat kualitas pemberitaan mengenai literasi dan inklusi keuangan di Indonesia.

Baca: Konferprov XIII PWI Aceh Digelar November 2026, OC dan SC Gelar Rapat Persiapan

Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Marthen Selamet Susanto, mengatakan perkembangan industri keuangan digital menuntut jurnalis memiliki pemahaman yang memadai agar mampu menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mudah dipahami masyarakat.

“Melalui workshop ini kami berharap wartawan dapat memahami literasi dan inklusi keuangan secara lebih mendalam. Dengan begitu, pemberitaan yang dihasilkan tidak hanya informatif, tetapi juga mampu memberikan edukasi serta perlindungan kepada masyarakat di tengah pesatnya perkembangan layanan keuangan digital,” tulis Marthen.

Menurutnya, media memiliki peran strategis dalam membangun kepercayaan publik terhadap ekosistem keuangan digital. Karena itu, peningkatan kompetensi wartawan dalam memahami isu-isu keuangan dinilai penting untuk mencegah penyebaran informasi yang keliru sekaligus meningkatkan literasi masyarakat.

Workshop tersebut ini juga diharapkan menjadi ruang diskusi antara insan pers dan pelaku industri pendanaan digital mengenai perkembangan sektor keuangan berbasis teknologi, tantangan regulasi, hingga upaya memperkuat perlindungan konsumen.

Kolaborasi antara PWI Pusat dan AFPI, lanjut Marthen, diharapkan bisa memperkuat sinergi antara dunia pers dan industri pendanaan digital dalam mendukung terciptanya ekosistem keuangan yang inklusif, sehat, continue dan transparan.

Melalui peningkatan kapasitas jurnalis, PWI Pusat berharap media dapat terus menghadirkan pemberitaan yang memliki kualitas, membangun kepercayaan publik, serta membantu masyarakat memahami berbagai layanan keuangan digital secara tepat sehingga terhindar dari informasi yang menyesatkan. []