NEWS

FDP Intensifkan Pembinaan Mualaf di Aceh Singkil

Forum Dakwah Perbatasan (FDP) mengintensifkan pembinaan keagamaan bagi mualaf di Desa Lae Balno, Kecamatan Danau Paris, Kabupaten Aceh Singkil, kamis, 6 Agustus 2026. hal ini dilakukan sebagai upaya memperkuat pemahaman dasar Islam dan pendampingan mualaf. (Foto: Dok. FDP untuk portalnusa.com/Kolase by portalnusa.com)

PORTALNUSA.com | ACEH SINGKIL – Forum Dakwah Perbatasan (FDP) mengintensifkan pembinaan keagamaan bagi mualaf di Desa Lae Balno, Kecamatan Danau Paris, Kabupaten Aceh Singkil, hal ini dilakukan sebagai upaya memperkuat pemahaman dasar Islam dan pendampingan ibadah bagi para mualaf.

Program yang dimulai sejak Kamis, 6 Agustus 2026 itu menyasar dua keluarga mualaf, yakni keluarga Resma Br. Berutu dan keluarga Marbun. Pembinaan dijadwalkan berlangsung secara rutin selama tiga bulan ke depan.

Baca: FDP Bawa Hasil Panen Sayuran Hidroponik Di Layanan Mobil Klinik

Sementara itu, koordinator FDP Wilayah Aceh Singkil–Subulussalam, Ustaz Muchlis Pohan, mengatakan pendampingan dilakukan secara berkelanjutan agar para mualaf memiliki pemahaman agama yang kuat dan mampu menjalankan ibadah sesuai tuntunan syariat.

“Kami berharap pembinaan ini menjadi jalan lahirnya pribadi-pribadi muslim yang kokoh akidahnya, benar ibadahnya, dan istiqamah dalam menjalankan ajaran Islam,” kata Muchlis, Jumat, 7 Agustus 2026.

Ia mengatakan, materi pembelajaran saat ini difokuskan pada thaharah atau tata cara bersuci, yang menjadi dasar sebelum menjalankan ibadah sehari-hari.

Pembinaan dilaksanakan empat kali dalam sepekan dengan jadwal berbeda untuk masing-masing keluarga. Keluarga Resma mengikuti pembelajaran setiap Senin dan Rabu, sedangkan keluarga Marbun dibina setiap Selasa dan Kamis.

Setiap pertemuan berlangsung dalam dua sesi, yakni pukul 09.00–11.00 WIB dan 14.00–16.00 WIB, sehingga peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga langsung mempraktikkan tata cara ibadah.

FDP menugaskan tiga dai, yaitu Ustaz Saprianto Ujung, Ustaz Fitradi, dan Ustaz Irvan, secara bergiliran untuk mendampingi kedua keluarga tersebut.

Menurut Muchlis, hasil evaluasi sementara menunjukkan perkembangan yang positif. Para mualaf telah memahami materi dasar yang diberikan dan mulai mampu mempraktikkan tata cara berwudu sesuai tuntunan syariat.

Melalui pembinaan yang berkelanjutan, FDP berharap para mualaf dapat menjalankan kehidupan beragama dengan lebih mantap sekaligus memperoleh pendampingan yang dibutuhkan dalam proses adaptasi sebagai muslim. []