Setelah Dirumahkan dan Disorot Empat Organisasi Pers, 18 Kontributor TVRI Aceh Kembali Bertugas

Sebanyak 18 kontributor TVRI Aceh di sejumlah kabupaten/kota kembali diaktifkan setelah sebelumnya dirumahkan dan mendapat sorotan dari PWI, AJI, IJTI, dan PFI Aceh, Senin, 14 September 2026. (Foto: Kolase by.portalnusa.com)

PORTALNUSA.com | BANDA ACEH – Setelah sempat dirumahkan dan mendapat sorotan dari empat organisasi pers, 18 kontributor TVRI Aceh di sejumlah kabupaten/kota akhirnya kembali diaktifkan.

Pelaksana Tugas Kepala Stasiun TVRI Aceh, Yusril, mengatakan pengaktifan kembali tersebut merupakan hasil rapat jajaran TVRI Pusat bersama manajemen TVRI Aceh pada Minggu, 13 September 2026.

Baca:TVRI Aceh Rumahkan 18 Kontributor, Empat Organisasi Pers Desak Kebijakan Dicabut

Rapat itu melibatkan Direktur Utama, Direktur Umum, Direktur Pemberitaan dan Direktur Keuangan TVRI Pusat.

“Kita berharap teman-teman kontributor bisa kembali bekerja seperti biasa. Kami sudah melayangkan kembali surat terkait pengaktifan,” kata Yusril, Senin, 14 September 2026.

Sebelumnya, 18 kontributor dibebastugaskan sejak 8 September 2026 melalui pemberitahuan WhatsApp. Kebijakan tersebut menuai keberatan dari PWI, AJI, IJTI dan PFI Aceh karena para kontributor disebut masih terikat kontrak hingga Desember 2026. Sehingga empat organisasi pers di Aceh sempat mengeluarkan pernyataan sikap bersama.

Dalam pernyataan bersama, empat organisasi pers, meminta TVRI menghormati kontrak kerja serta mempertimbangkan kembali kebijakan yang dinilai dapat mengganggu peliputan di daerah.

Mereka juga menilai keberadaan kontributor semakin penting karena Aceh masih berada dalam proses pemulihan pascabencana. Para kontributor selama ini menjadi ujung tombak TVRI dalam memperoleh berita dari kabupaten/kota.

Selanjutnya, Yusril menyebut keputusan itu menjadi harapan baru bagi TVRI Aceh dalam mengatasi persoalan keterbatasan anggaran yang sebelumnya berdampak terhadap kegiatan kontributor dan penyiar.

“Ini menjadi harapan baru bagi kami dalam menyelesaikan persoalan kekurangan anggaran, khususnya mendukung kegiatan para kontributor dan penyiar. Alhamdulillah, kami sangat bergembira dengan respons positif dari TVRI Pusat,” ujarnya.

Ia berharap kembalinya para kontributor membuat pemberitaan dari daerah kembali berjalan maksimal.

“Kita berharap pemberitaan di daerah kembali ter-cover dengan baik. Dengan tersedianya anggaran itu, mudah-mudahan para kontributor dapat kembali menjalankan tugas secara maksimal,” ungkap Yusril.

Selain 18 kontributor, kebijakan sebelumnya juga disebut berdampak terhadap enam penyiar TVRI Aceh.

Kembalinya para kontributor menjadi perkembangan baru dalam persoalan yang sebelumnya memicu perhatian organisasi pers Aceh. Di sisi lain, penyelesaian persoalan anggaran dan kepastian keberlanjutan kerja para kontributor masih menjadi hal penting agar cakupan informasi publik dari seluruh Aceh tetap terjaga. []