Didukung 21 DPC, Sayuti Abubakar Maju di Musda Demokrat Aceh
PORTALNUSA.com | BANDA ACEH – Wali Kota Lhokseumawe Sayuti Abubakar resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua DPD Partai Demokrat Aceh periode 2026–2031.
Sayuti turut menyerahkan berkas pencalonannya kepada Steering Committee (SC) Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Aceh di Kantor DPD Demokrat Aceh, Banda Aceh, Selasa, 11 Agustus 2026.
Berkas tersebut langsung diterima Ketua SC Musda Demokrat Aceh, Dalimi, bersama jajaran panitia.
Sayuti datang bersama sejumlah Ketua DPC Demokrat kabupaten/kota di Aceh. Ia menyebut pencalonannya mendapat dukungan dari 21 DPC Demokrat.
Baca: Perebutan Kursi Ketua Demokrat Aceh Dimulai, Musda 19 Agustus 2026
Ke-21 DPC tersebut yakni Aceh Tamiang, Kota Langsa, Aceh Timur, Lhokseumawe, Bireuen, Sabang, Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Singkil, Gayo Lues, Simeulue, Aceh Selatan, Pidie Jaya, Aceh Besar, Banda Aceh, Aceh Jaya, Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Nagan Raya, Aceh Utara dan Subulussalam.
“Ini merupakan ikhtiar yang dilakukan bersama dalam rangka memajukan Partai Demokrat ke depan. Saya sangat mengapresiasi 21 DPC Partai Demokrat yang telah memberikan dukungan kepada saya untuk maju sebagai bakal calon Ketua DPD Demokrat Aceh,” ujar Sayuti.
Untuk menunjukkan statusnya sebagai kader Demokrat, Sayuti turut memperlihatkan Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Demokrat kepada panitia Musda.
Ia mengatakan pencalonannya tidak semata-mata untuk memperebutkan posisi ketua, tetapi bagian dari upaya membangun organisasi partai agar lebih solid menghadapi agenda politik ke depan.
Sayuti berharap pelaksanaan Musda Demokrat Aceh berjalan tertib dan mengedepankan kebersamaan antarkader.
Menurutnya, kerja sama, solidaritas dan semangat perjuangan menjadi modal penting untuk memperkuat Demokrat di Aceh.
“Yang paling penting adalah membangun kerja sama, solidaritas, semangat, dan nilai juang untuk membangun Demokrat ke depan,” ungkapnya.
Dengan dukungan 21 dari 23 DPC Demokrat di Aceh yang disebut Sayuti, pencalonannya menjadi salah satu perkembangan penting menjelang Musda Demokrat Aceh periode 2026–2031. []









