Tahap Awal, Pidie Jaya Bangun 110 Huntap untuk Korban Bencana

Lokasi Huntara korban bencana Hidrometeorologi warga Pijay disalah satu titik Gampong Cot Trieng, Kecamatan Meureudu, Pijay, Sabtu, 5 September 2026. (Foto Idris Ismail/Portalnusa.com/Kolase portalnusa.com)

PORTALNUSA.com | PIDIE JAYA – Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya mulai membangun hunian tetap (Huntap) bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi. Tahap awal pembangunan dipusatkan di Gampong Pohroh, Kecamatan Meureudu, dengan jumlah 110 unit.

Plt Kepala BPBD Pidie Jaya, Okta Handipa, mengatakan pembangunan tersebut dilakukan melalui Balai Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Aceh di atas lahan milik pemerintah.

Baca:Pasca Bencana Hidrometeorologi, DKP Pidie Jaya Mulai Rehabilitasi Tambak Rusak

“Untuk tahap awal sebanyak 110 unit dan saat ini sudah masuk proses pelelangan dan pengerjaan,” kata Okta kepada Portalnusa.com, Sabtu, 5 September 2026.

Menurutnya, kebutuhan Huntap untuk 15.000 warga terdampak mencapai 3.069 unit. Jumlah tersebut meliputi atas 739 unit Huntap terpusat dan 2.330 unit Huntap insitu atau mandiri.

Sementara itu, pembangunan 2.959 unit lainnya segera diupayakan pada tahap selanjutnya. Pemerintah berharap pembangunan Huntap bisa mempercepat perpindahan warga yang selama ini masih menempati hunian sementara.

Setiap unit Huntap tipe 36 diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp70 juta. Dengan total kebutuhan 3.069 unit, anggaran yang diperlukan mencapai sekitar Rp214,83 miliar.

Okta mengatakan pemerintah juga membuka ruang bagi rekanan lokal untuk terlibat dalam pembangunan. Namun, seluruh proses tetap diawasi, mulai dari perencanaan, penetapan penerima manfaat, tender hingga serah terima.

“Pengawasan dilakukan secara ketat, termasuk melibatkan publik agar pembangunan tepat sasaran dan benar-benar diterima masyarakat terdampak,” ujarnya. []