Ari Nanda, dari ARI 98 FC ke Ruang Mesin Persiraja, Kini Sentuh Dunia Musik Aceh

Ari Nanda, Chief Operating Officer (COO) Persiraja Banda Aceh

PORTALNUSA.com | BANDA ACEH – Perjalanan Ari Nanda di sepak bola Aceh bermula dari lapangan akar rumput. Namun, langkahnya kini membawa dia ke ruang yang jauh lebih besar – menjadi bagian dari manajemen Persiraja Banda Aceh.

Sebelum dipercaya mengawal operasional Laskar Rencong, Ari lebih dulu membangun namanya melalui ARI 98 FC, klub yang ia dirikan pada 2025.

Di sana, Ari belajar bahwa membangun klub bukan sekadar memilih pemain dan memenangkan pertandingan. Ada manajemen, strategi, keputusan dan keberanian mengambil langkah yang menentukan arah sebuah tim.

Keseriusan itu salah satunya terlihat ketika ARI 98 FC tampil pada Piala Kapolres Lhokseumawe 2025 dengan menghadirkan mantan pemain Timnas Indonesia, Yongky Aribowo, sebagai pelatih.

ARI 98 FC kemudian menunjukkan kemampuannya bersaing dengan mengalahkan 1818 FC dengan skor 3-0 pada fase penyisihan.

Pengalaman dari klub yang dibangunnya sendiri itu kini menjadi bekal ketika Ari memasuki level yang berbeda.

Pada Agustus 2026, Presiden Persiraja Banda Aceh, H. Nazaruddin Dek Gam, menunjuk Ari Nanda sebagai Chief Operating Officer (COO) Persiraja untuk menghadapi Pegadaian Championship 2026/27.

Dari kiri, Joel Keudah, penyanyi Aceh, bersama Ari Nanda, Chief Operating Officer (COO) Persiraja Banda Aceh.

Dari klub yang dibangun dari bawah, Ari kini berada di balik layar klub yang memiliki sejarah panjang, basis suporter besar dan ekspektasi tinggi dari masyarakat Aceh.

Sebagai COO, pekerjaannya tidak berhenti pada pertandingan. Ia dituntut ikut memastikan koordinasi internal, organisasi serta berbagai program klub berjalan sesuai arah manajemen.

Dari membangun sebuah tim, Ari kini ikut mengawal sistem sebuah klub. Namun, sepak terjang Ari ternyata tidak hanya berhenti di dunia sepak bola.

Belakangan, ia juga menunjukkan perhatian terhadap dunia seni dan budaya Aceh. Salah satunya melalui dukungannya terhadap karya terbaru musisi Aceh, Joel Keudah.

Ari disebut menjadi sponsor utama sekaligus mendukung proses produksi karya terbaru Joel Keudah yang akan dirilis.

Menariknya, hingga kini Joel Keudah belum membuka judul album atau karya tersebut kepada publik.

Untuk judulnya, ditunggu saja. Biar sedikit penasaran,” ungkap Joel Keudah kepada media ini, Jumat, 11 September 2026. 

Pernyataan singkat itu justru membuat proyek tersebut semakin menarik untuk ditunggu.

Di balik karya musik yang segera dirilis, terdapat kolaborasi antara dunia olahraga, bisnis dan kreativitas anak muda Aceh.

Bagi Ari, kepedulian terhadap Aceh tampaknya tidak hanya diwujudkan melalui sepak bola. Dukungan terhadap karya seni menjadi sisi lain dari kepeduliannya terhadap potensi daerah.

Jika di lapangan hijau ia ikut membangun ekosistem olahraga, melalui dukungan terhadap karya Joel Keudah, Ari turut membuka ruang bagi kreativitas dan seni Aceh untuk terus bergerak.

Dua dunia yang berbeda, tetapi memiliki satu tujuan yang sama: memberi ruang bagi talenta Aceh untuk tumbuh dan dikenal lebih luas.

Kini, perhatian publik tentu tertuju pada dua hal.

Bagaimana Ari menjalankan amanah barunya di ruang mesin Persiraja pada musim 2026/27, dan karya seperti apa yang tengah disiapkan Joel Keudah bersama dukungan Ari Nanda?

Untuk yang kedua, Joel memilih menyimpan sedikit rahasia. Judulnya belum dibuka. Tapi segera dirilis. Dan rasa penasaran itu sengaja dibiarkan tetap hidup.

Dari ARI 98 FC menuju Persiraja, lalu menyentuh dunia musik Aceh, perjalanan Ari Nanda memasuki babak baru.

Bukan lagi sekadar tentang membangun sebuah tim, tetapi tentang bagaimana ikut membangun ruang bagi berbagai potensi Aceh untuk berkembang. []