Mustafa Kamal, Putra Alue Papeun yang Terus Menjaga Napas Musik Aceh

Mustafa Kamal, Penyanyi Aceh, asal Alue Papeun, Aceh Utara, terus menjaga eksistensinya di blantika musik Aceh. (Foto: Ist/Kolase: PORTALNUSA.com)

PORTALNUSA.com | ACEH UTARA – Nama Mustafa Kamal mungkin belum menjadi nama yang paling sering menghiasi pemberitaan industri musik nasional. Namun di ranah musik Aceh, khususnya bagi penikmat lagu-lagu bernuansa slow rock, sosok kelahiran Alue Papeun, Aceh Utara, ini terus menunjukkan eksistensinya.

Mustafa Kamal dikenal sebagai salah seorang seniman Aceh yang konsisten melahirkan karya dengan karakter musik yang lekat dengan warna slow rock. Sejumlah lagu yang telah diproduksinya menjadi bagian dari perjalanan panjangnya dalam menjaga eksistensi musik Aceh di tengah perubahan selera pendengar dan derasnya arus musik digital.

Karya-karya Mustafa Kamal, dapat dinikmati melalui kanal YouTube Mustafa Kamal Official, yang menjadi salah satu ruang baginya untuk memperkenalkan karya kepada masyarakat luas. Platform digital tersebut sekaligus menjadi jembatan bagi musisi daerah untuk tetap menjangkau pendengar, tidak hanya di Aceh tetapi juga masyarakat Aceh yang berada di berbagai daerah bahkan luar negeri.

Baca: Sepak Bola Bertemu Musik, Ari Nanda Jadi Sponsor Utama Lagu Terbaru Joel Keudah

Terbaru, Mustafa Kamal kembali memperkenalkan karya berjudul “Meuligoe Sipayong Dua”. Lagu tersebut digarap dengan aransemen Satria Wandra, sementara proses rekamannya dilakukan di Artus Music Studio.

Karya terbaru itu menjadi salah satu penanda bahwa Mustafa Kamal masih terus bergerak di tengah dinamika musik Aceh. Bagi seorang seniman, konsistensi melahirkan karya menjadi bagian penting untuk menjaga hubungan dengan pendengar sekaligus mempertahankan identitas musikal yang telah dibangun selama bertahun-tahun.

Kabar mengenai proyek musik terbaru Mustafa Kamal juga disampaikan kepada media ini, Senin, 28 September 2026, melalui sahabatnya, Joel Keudah, yang juga dikenal sebagai penyanyi Aceh. Mustafa disebut baru saja kembali dari Malaysia dan dalam perjalanannya masih membawa sejumlah rencana untuk kembali meramaikan blantika musik Aceh.

Tidak hanya satu karya, Mustafa Kamal disebut tengah menyiapkan beberapa lagu baru yang direncanakan hadir dalam waktu dekat. Di antaranya “Putro Nagan”, “Sabe Lam Do’a”, dan “Penjara Kajang”.

Rencana tersebut menunjukkan bahwa perjalanan bermusik Mustafa Kamal belum berhenti pada satu karya. Ia masih ingin terus menghadirkan lagu-lagu Aceh yang dapat diterima oleh pendengar sekaligus menjadi bagian dari perjalanan perkembangan musik Aceh.

Kepada Joel Keudah, Mustafa menyampaikan bahwa sejumlah karya tersebut masih berada dalam proses perjalanan menuju tahap perilisan. Karena itu, jadwal resmi peluncurannya masih menunggu perkembangan produksi dan kesiapan masing-masing lagu.

Kehadiran karya-karya baru tersebut tentu menarik ditunggu, terutama bagi para penikmat musik Aceh yang mengikuti perjalanan Mustafa Kamal. Di tengah era ketika musik semakin mudah diproduksi dan didistribusikan melalui platform digital, konsistensi musisi daerah dalam melahirkan karya menjadi bagian penting dalam menjaga keberagaman musik Indonesia.

Dari Alue Papeun, Aceh Utara, Mustafa Kamal terus menapaki jalannya sebagai seniman. Dengan warna slow rock yang menjadi cirinya, ia memilih tetap berkarya dan menjaga agar lagu-lagu Aceh terus memiliki ruang untuk didengar.

Kini, publik tinggal menunggu bagaimana “Putro Nagan”, “Sabe Lam Do’a”, dan “Penjara Kajang” akan hadir dan melanjutkan cerita perjalanan Mustafa Kamal di blantika musik Aceh. []