Plt Sekda Aceh Hadiri Maulid Nabi di Dayah Darul Musthafa, Tekankan Penguatan Silaturahmi

Plt Sekda Aceh Taufik bersalaman dengan Kepala BNNP Aceh sekaligus Pembina Yayasan Dayah Darul Musthafa, Brigjen Pol. Dedy Tabrani, saat menghadiri Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Dayah Darul Musthafa, Aceh Besar, Seni, 28 September 2026. (Foto: Humas Pemerintah Aceh/Kolase: PORTALNUSA.com)

PORTALNUSA.com | ACEH BESAR – Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Aceh, Taufik, menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi di Dayah Darul Musthafa, Gampong Cot Madhi, Kecamatan Blang Bintang, Aceh Besar, Senin, 28 September 2026.

Kehadiran Taufik disambut Kepala BNNP Aceh sekaligus Pembina Yayasan Dayah Darul Musthafa, Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si., bersama Pimpinan Dayah Darul Musthafa, Tengku Nasruddin H. Abdul Hanan.

Sejumlah tokoh Aceh dan pimpinan lembaga turut hadir dalam kegiatan tersebut. Peringatan Maulid berlangsung khidmat dan diikuti masyarakat, para santri, serta sejumlah tamu undangan.

Dalam kesempatan tersebut, Taufik menyebut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar tradisi keagamaan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antarelemen masyarakat sekaligus menghidupkan kembali keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

“Bagi kami Pemerintah Aceh, momentum seperti ini menjadi wadah untuk memperkuat silaturahmi dengan ulama, pimpinan dayah, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur lembaga di Aceh,” kata Taufik.

Menurutnya, keberadaan dayah memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Aceh. Selain menjadi pusat pendidikan keagamaan, dayah juga menjadi salah satu ruang pembinaan moral dan sosial masyarakat.

Karena itu, kata Taufik, silaturahmi antara pemerintah dengan ulama, pimpinan dayah dan masyarakat perlu terus dirawat. Hal tersebut dinilai penting dalam membangun kebersamaan serta memperkuat nilai-nilai kehidupan sosial yang telah menjadi bagian dari karakter masyarakat Aceh.

Tradisi Maulid Tiga Bulan

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Aceh memiliki kekhasan tersendiri. Tradisi tersebut tidak berhenti pada satu hari peringatan, tetapi berlangsung secara berkelanjutan di berbagai wilayah.

Di tengah masyarakat Aceh, kenduri Maulid lazim digelar secara bergilir dari satu gampong ke gampong lainnya. Tradisi ini menjadi ruang berkumpul masyarakat, mempererat silaturahmi, sekaligus menghidupkan nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan.

Peringatan Maulid umumnya berlangsung selama beberapa bulan setelah 12 Rabiul Awal dalam kalender Hijriah. Tradisi tersebut telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Aceh dan diwariskan lintas generasi sejak masa Kesultanan Aceh.

Bagi masyarakat Aceh, Maulid kemudian tidak hanya menjadi momentum mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi sosial-keagamaan yang mempertemukan ulama, pemerintah, tokoh masyarakat dan warga dalam suasana kebersamaan.

Peringatan Maulid di Dayah Darul Musthafa menjadi salah satu ruang untuk merawat tradisi tersebut sekaligus memperkuat silaturahmi antara berbagai unsur masyarakat di Aceh. []