NEWS

Unimal Wisuda 1.247 Lulusan, Brigjen TNI Ali Imran Raih Gelar Magister

Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) menyerahkan ijazah kepada Brigjen TNI Ali Imran dalam prosesi Wisuda ke-39 Unimal, 29 September 2026. (Foto: Dok. Pribadi/Kolase: PORTALNUSA.com)

PORTALNUSA.com | ACEH UTARA – Universitas Malikussaleh (Unimal) mengukuhkan 1.247 lulusan pada Wisuda Angkatan ke-39 yang berlangsung selama dua hari, 29–30 September 2026, di Auditorium Tgk A Wahab Dahlawy, Kampus Unimal Reuleut, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara.

Wakil Rektor Bidang Akademik Unimal, Dr. Ir. Azhari, ASEAN Eng, mengatakan sebanyak 653 lulusan mengikuti prosesi pada hari pertama dan 594 lulusan pada hari kedua. Dari total tersebut, 429 lulusan meraih predikat Dengan Pujian.

Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Koorcab Rem 011 PD IM, Ny. Dini bersama sang suami, Danrem 011/LW, Brigjen TNI Ali Imran. (Dok Pribadi)

Sejumlah tokoh turut mengikuti prosesi wisuda. Salah satunya Brigjen TNI Ali Imran yang dikukuhkan sebagai lulusan Magister Manajemen. Ia saat ini menjabat Komandan Korem 011/Lilawangsa sekaligus Danrindam Iskandar Muda.

Selain Ali Imran, Senator DPD RI Azhari Cage juga meraih gelar Magister Administrasi Publik.

Rektor Unimal, Prof. Dr. Herman Fithra, ASEAN Eng, mengatakan wisuda bukan sekadar seremoni akademik, tetapi menjadi titik awal bagi para lulusan untuk mengimplementasikan ilmu dan memasuki kehidupan yang lebih luas.

Brigjen TNI Ali Imran, mengenakan toga bersama istri usai meraih gelar magister pada Wisuda ke-39 Universitas Malikussaleh.

“Ilmu harus berjalan bersama karakter, etika, dan tanggung jawab,” kata Herman.

Ia juga menyampaikan sejumlah perkembangan Unimal, termasuk capaian akreditasi unggul dan bertambahnya jumlah profesor yang kini mencapai 25 orang. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh sivitas akademika.

“Penguatan sumber daya manusia menjadi modal penting bagi Unimal untuk menghasilkan lulusan yang mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah dan Indonesia,” ujarnya.

Kepada para lulusan, Herman juga menitipkan prinsip JITUFK, yakni jujur, inisiatif, tanggung jawab, berpikir luas, fokus, dan konsisten.

Ia mengingatkan lulusan agar tidak berhenti belajar setelah memperoleh ijazah, mampu beradaptasi dengan perubahan, serta menjaga nama baik almamater.

“Seseorang tidak cukup hanya memiliki semangat untuk memulai, tetapi juga harus mampu mempertahankan komitmen hingga mencapai tujuan. Jadilah alumni yang mampu menginspirasi dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat,” pesannya.

Ali Imran: Pendidikan Perkuat Kapasitas Prajurit.

Usai prosesi wisuda, Brigjen TNI Ali Imran mengatakan pendidikan merupakan bagian penting dalam meningkatkan kapasitas dan memperluas wawasan untuk mendukung pelaksanaan tugas kedinasan.

Menurutnya, pendidikan memberikan kesempatan untuk memperdalam berbagai bidang yang relevan dengan kebutuhan tugas, mulai dari manajemen pertahanan, hukum, teknik militer, psikologi hingga logistik.

“Memperdalam ilmu terapan seperti manajemen pertahanan, hukum, teknik militer, psikologi, hingga logistik yang sangat dibutuhkan dalam mendukung tugas pokok kedinasan,” kata Ali Imran.

Ia menilai perkembangan teknologi juga menuntut prajurit untuk terus meningkatkan kemampuan akademis dan profesional.

“Dalam menghadapi perkembangan teknologi siber, kecerdasan buatan (AI), dan alutsista modern, prajurit dituntut memiliki kapasitas akademis yang mumpuni agar adaptif terhadap taktik perang modern,” ujarnya.

Ali Imran berpesan agar kesempatan menempuh pendidikan terus dimanfaatkan untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kemampuan.

“Jika ada waktu, timbalah ilmu setinggi-tingginya,” katanya.

Wisuda Angkatan ke-39 Unimal ini menjadi momentum bagi 1.247 lulusan untuk melanjutkan kiprah di dunia kerja, masyarakat, maupun bidang pengabdian sesuai kompetensi masing-masing. []