Profil Brigjen TNI Ali Imran, Putra Aceh dari Kopassus Kini Jabat Kasdam Iskandar Muda

Brigjen TNI Ali Imran bersama istrinya, Ny. Dini Ali Imran, di tengah penyambutan di Lingkungan Kodam Iskandar Muda, Sebagai Kasdam yang baru, Jumat, 30 Oktober 2026. (Foto: Dok. Kodam Iskandar Muda/Kolase: Portalnusa.com)

PORTALNUSA.com | BANDA ACEH – Brigadir Jenderal TNI Ali Imran resmi menjabat Kepala Staf Kodam (Kasdam) Iskandar Muda pada 30 Oktober 2026. Perwira tinggi TNI Angkatan Darat kelahiran Banda Aceh itu memiliki rekam jejak panjang di satuan elite Komando Pasukan Khusus (Kopassus), lembaga intelijen TNI, hingga jabatan komando teritorial.

Penugasan ini tentunya menjadi babak baru perjalanan karier Ali Imran, yang kini kembali mengabdi di tanah kelahirannya setelah menempati berbagai posisi strategis di lingkungan TNI.

Baca: Tiga Putra Aceh di Pucuk Komando Kodam Iskandar Muda: Mahesa, Ali Imran, dan Teuku Mustafa Kamal

Lahir di Banda Aceh pada 9 Juni 1978, Ali Imran merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 2000 dari kecabangan Infanteri. Pengalamannya selama bertugas mencakup bidang operasi, intelijen, pembinaan personel, hingga kepemimpinan satuan.

Brigjen TNI Ali Imran bersama istrinya, Ny. Dini Ali Imran, saat mengikuti prosesi peusijuk dalam rangkaian penyambutan sebagai Kepala Staf Kodam (Kasdam) Iskandar Muda

Menempuh Pendidikan di Aceh

Ali Imran mengawali pendidikan umum di Aceh. Ia menamatkan SDN 1 Idi, Aceh Timur, pada 1991, SMP Negeri 4 Banda Aceh pada 1994, dan SMA Negeri 3 Banda Aceh pada 1997.

Setelah lulus Akmil pada tahun 2000, ia melanjutkan pendidikan militer melalui Pendidikan Dasar Kecabangan Infanteri pada tahun 2001, Pendidikan Lanjutan Perwira Infanteri pada tahun 2010, serta Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) pada 2014.

Ali Imran juga mengikuti sejumlah pendidikan khusus, antara lain Para, KIBI, Komando, Susdanki, Sus Sandha, dan Susdanyon.

Di bidang akademik, Ali Imran meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Krisnadwipayana, Jakarta, pada tahun 2014. Selanjutnya, Pada 2026, ia menyelesaikan pendidikan Magister Sains Manajemen (M.S.M.) di Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe.

Meniti Karier dari Kopassus hingga Intelijen

Karier militernya dimulai di lingkungan Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif) di tahun 2000. Setahun kemudian, ia bergabung dengan Kopassus dan menjalani berbagai penugasan di satuan elite tersebut.

Selama bertugas di Kopassus, Ali Imran menempati sejumlah jabatan, mulai dari komandan peleton, perwira seksi, komandan kompi, komandan tim, hingga komandan detasemen.

Pada 2013, ia dipercaya menjabat Dansus Ops Psy Sesandha Kopassus. Setahun berselang, ia mengemban tugas sebagai Pabandya Lidgal Sintel Kopassus.

Kariernya kemudian berlanjut ke Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI. Pada 2015, ia menjabat Pabandya F-53 Dit F Bais TNI, sebelum mengemban sejumlah posisi lain di lingkungan intelijen, termasuk Danden Monob Sat Defensif Satcyber Bais TNI, Danden Lid Geopasika Bais TNI, serta Kasipers Minlog Satlid Satintel Bais TNI.

Pada tahun 2019, Ali Imran menjabat Pabandya Persum Satintel Bais TNI sekaligus Dandenma Paspampres.

Pengalaman di bidang intelijen dan pengamanan tersebut menjadi bagian dari perjalanan kariernya sebelum dipercaya memimpin satuan teritorial.

Pada 2022, ia ditunjuk sebagai Komandan Kodim (Dandim) 0506/Tangerang di bawah Korem 052/Wijayakrama, Kodam Jaya.

Setahun kemudian, Ali Imran kembali bertugas di lingkungan intelijen TNI AD dengan menjabat Dansatlak Lidgal Pusintelad dan Ka PII Pusintelad.

Kembali Mengabdi di Tanah Kelahiran

Kesempatan kembali bertugas di Aceh datang pada 2024. Ali Imran dipercaya menjabat Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa.

Pada Maret 2026, ia memperoleh promosi pangkat menjadi Brigadir Jenderal TNI sekaligus mengemban jabatan Danrindam Iskandar Muda.

Perjalanan kariernya di lingkungan Kodam Iskandar Muda berlanjut hingga akhirnya dipercaya menjabat Kasdam Iskandar Muda pada 30 Oktober 2026.

Sebagai Kasdam, Ali Imran bertugas membantu Pangdam dalam mengoordinasikan penyelenggaraan pembinaan organisasi, personel, dan pelaksanaan tugas staf. Jabatan tersebut juga berperan penting dalam memastikan kebijakan serta program pimpinan berjalan efektif di lingkungan satuan.

Dengan pengalaman di berbagai satuan, mulai dari Kopassus, Bais TNI, Paspampres, hingga jabatan komando teritorial, ia membawa bekal pengabdian yang beragam dalam menjalankan tugas barunya.

Pengalaman Operasi dan Tanda Jasa

Selain pengalaman komando dan intelijen, Ali Imran tercatat pernah mengikuti sejumlah penugasan operasi di berbagai wilayah.

Penugasan tersebut antara lain Denpur Cakra Aceh pada 2003, Satgas BIN Aceh pada 2008, Densandha Papua pada 2011, Satgas Bais Lauser pada 2015–2017, serta Satgas Palapa Aceh pada 2018.

Atas pengabdian dan dedikasinya, ia menerima sejumlah tanda jasa, di antaranya Satyalancana Dharma Nusa, Kesetiaan VIII Tahun, Dwidya Sistha, Ksatria Yudha, Wira Karya, Kesetiaan XVI Tahun, Wira Dharma, dan Santi Dharma XVIII.

Berbagai penugasan tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang Ali Imran di lingkungan TNI Angkatan Darat, baik dalam bidang operasi, intelijen, maupun pembinaan satuan.

Kini, dengan pangkat Brigadir Jenderal TNI dan jabatan Kasdam Iskandar Muda, Ali Imran memasuki fase baru pengabdiannya di Aceh. Perwira tinggi kelahiran Banda Aceh itu dipercaya mengambil peran penting dalam mendukung kepemimpinan Kodam Iskandar Muda serta pelaksanaan tugas TNI AD di wilayah Aceh. []