Hujan Deras Kembali Kepung Pijay. 21 Gampong Dalam Lima Lecamatan Tergenang
PORTALNUSA.com | PIDIE JAYA – Hujan deras, Sabtu malam, 31 Oktober 2026 hingga Minggu dini hari, 1 November 2026 kembali mengepung Kabupaten Pidie Jaya (Pijay). Akibatnya, sebanyak 21 gampong dalam lima kecamatan menjadi tergenang.
Seperti disampaikan Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD, Okta Handipa, ST, M.Arch kepada Portalnusa.com, Minggu, 1 November 2026 kondisi cuaca ekstrim berupa hujan deras dalam tempo tujuh jam lebih sejak Sabtu malam, 31 Oktober hingga Minggu dini hari, 1 November 2026 telah menyebabkan debit air sungai Kreung Meureudu dan Ulim meluap kepemukiman warga di 21 gampong dalam lima kecamatan.
“Rata-rata ketinggian air mencapai 20 cm hingga 100 Cm,”sebutnya.
Dari hasil pendataan tim di lapangan, terdapat 21 gampong yang terdampak yaitu. Seperti di Kecamatan Meurah Dua terdapat tujuh gampong yaitu, Gampong Geunteng, Blang Cut, Dayah Usen,
Meunasah Mancang, Pante Beurene, Dayah Kruet, dan Manyang Lancok. Lalu, Kecamatan Meureudu yaitu, lima gampong, Beurawang, Meunasah Lhok, Manyang Cut, Mesjid Tuha dan Grong-grong Beuracan. Kecamatan Bandar Dua hanya satu Gampong Jeulanga. Berikutnya Kecamatan Bandar Baru tiga Gampong Blang Sukon, Sagoe Langien dan Blang Glong. Terakhir Kecamatan Panteraja dengan lima gampong yaitu, Gampong Lhok Puuk, Muka Blang, Teungoh, Masjid dan Tunong.
Disebutkan juga, penanganan dalam bencana banjir susulan tersebut semua pihak, baik TNI-Polri, BPBD, Relawan SAR serta dibantu oleh masyarakat melakukan monitoring dan evakuasi sesuai kebutuhan.
Hanya saja kondisi terdampak banjir saat ini berupa sedimen atau lumpur masih mengenangi pemukiman warga pasca air telah surut.
“Pasca bencana banjir susulan ini terdapat aliran air sungai baru di lokasi Gampong Dayah Usen, Kecamatan Meurah Dua serta beberapa infrastruktur yang rusak seperti jalan, tanggul sungai dan sekolah,”ungkapnya. []













