BSI Pecahkan Rekor MURI Pembukaan Rekening Emas oleh Sivitas Akademika Terbanyak
PORTALNUSA.com | BANDA ACEH β Kolaborasi PT Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh berhasil mencatatkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) melalui pembukaan rekening emas oleh sivitas akademika terbanyak.
Sebanyak 3.561 rekening Tabungan Emas berhasil dibuka dalam waktu tujuh jam, mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB, Rabu, 4 November 2026. Pencapaian tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah, khususnya investasi emas di kalangan generasi muda.
Baca:Β BSI Perluas Sinergi dengan Muhammadiyah, Sasar 164 Kampus dan 50.000 UMKM
Kegiatan ini melibatkan BSI Regional 1 Aceh bersama UIN Ar-Raniry, dengan dukungan sejumlah kantor cabang BSI yang secara serentak melayani pembukaan rekening Tabungan Emas.
Direktur Compliance & Human Capital BSI, Arief Adhi Sanjaya, mengatakan pencapaian tersebut tidak sekadar menjadi pemecahan rekor, tetapi juga momentum untuk mendorong kesadaran generasi muda dalam merencanakan keuangan sejak dini.
Menurutnya, emas dapat menjadi salah satu instrumen untuk membangun aset dan mempersiapkan kebutuhan keuangan jangka panjang.
βRekor ini bukan sekadar pencapaian angka, tetapi menjadi momentum untuk membangun kesadaran generasi muda tentang pentingnya perencanaan keuangan sejak dini,β ujar Arief.
Ia menilai perguruan tinggi merupakan ekosistem strategis untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai keuangan syariah. Melalui layanan digital BSI, masyarakat juga dapat mulai berinvestasi emas dengan nominal terjangkau.
Sementara itu, RCEO BSI Regional 1 Aceh, Imsak Ramadhan, mengatakan keberhasilan pembukaan 3.561 rekening dalam tujuh jam menunjukkan dukungan infrastruktur digital dan jaringan layanan BSI dalam menjangkau masyarakat.
BSI, lanjutnya, akan terus memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi, pemerintah, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan guna meningkatkan literasi serta inklusi keuangan syariah di Aceh.
Bisnis Emas BSI Terus Bertumbuh
Selain memperluas edukasi investasi, BSI juga terus mengembangkan ekosistem bisnis emas atau bullion bank, mulai dari perdagangan, simpanan, penitipan, cicil emas, gadai emas hingga produk BSI Gold.
Melalui aplikasi BYOND by BSI, masyarakat dapat mulai memiliki emas dengan nominal pembelian Rp50 ribu.
Kinerja bisnis emas BSI juga menunjukkan pertumbuhan. Hingga Juni 2026, perseroan telah memperdagangkan 8,06 ton emas dengan jumlah nasabah bullion lebih dari 1,7 juta. Sementara itu, hingga Oktober 2026, pendapatan berbasis komisi (fee-based income) dari bisnis emas tumbuh 420 persen secara tahunan.
Adapun outstanding pembiayaan gadai dan cicil emas mencapai Rp30,5 triliun atau meningkat 80,5 persen.
Untuk memperluas layanan ke segmen korporasi, BSI juga meluncurkan BEWIZE Gold pada 27 Oktober 2026. Layanan ini memungkinkan perusahaan dan institusi membuka rekening emas secara daring serta melakukan transaksi pembelian, penjualan, dan transfer emas melalui platform BEWIZE by BSI.
Dalam pengembangan bisnis bullion, BSI telah mengantongi tiga izin usaha berdasarkan POJK Nomor 17 Tahun 2024, yakni jual beli emas, penitipan emas, dan simpanan emas. Seluruh transaksi emas BSI disebut memiliki underlying berupa emas fisik yang disimpan pada fasilitas berstandar internasional, memperoleh persetujuan Dewan Pengawas Syariah, serta berada dalam pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Arief berharap pencapaian bersama UIN Ar-Raniry menjadi langkah untuk memperluas edukasi investasi emas di Aceh, terutama di kalangan generasi muda.
Ia berharap masyarakat semakin memahami emas bukan hanya sebagai komoditas, tetapi juga sebagai salah satu instrumen untuk membangun aset dan mempersiapkan masa depan. []













