Tak Ada Lagi Antre Shalat di Musalla Dekranasda Aceh Besar, Ini Penyebabnya

Tgk. Amiruddin Gani mem-peusijuek (tepung tawar) Musalla Dekranasda Aceh Besar di Gampong Gani, Ingin Jaya, Aceh Besar, Jumat, 31 Januari 2025. (Foto MC Aceh Besar)

PORTALNUSA.com | ACEH BESAR –  Kalau selama ini harus antre untuk melaksanakan shalat di Musalla atau Balee di kompleks Gedung Dekranasda Aceh Besar, kini tak ada lagi kondisi seperti itu.

Musalla Dekranasda di Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar kini sudah selesai direnovasi atau diperluas, agar mampu menampung lebih banyak jamaah. 

Pj Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto SSTP MM menyebutkan, sebelum direnovasi musalla tersebut hanya mampu menampung jamaah kurang lebih 10 orang.

Padahal, kata Iswanto, kegiatan di Dekranasda sangat padat dan biasanya berlangsung sampai petang.

“Kini setelah direnovasi sudah bisa menampung jamaah kurang lebih 25 sampai 30 orang. Jadi, mereka yang melakukan kegiatan di sini tidak perlu lagi menunggu antrean shalat terutama shalat lima waktu,” kata Iswanto ketika meresmikan sekaligus mempeusijuek (tepung tawar) Musalla Dekranasda Aceh Besar, Jumat, 31 Januari 2025.

Prosesi peusijuek musalla yang kini berukuran 10×3 meter tersebut dilakukan oleh Tgk. Amiruddin Gani dihadiri Asisten II Sekdakab, Pj Ketua TP-PKK Aceh Besar, Kadisparpora, Kabag Perekonomian dan SDA Setdakab, Kadis Perindagkop UKM dan Kabag Prokopim Setdakab.

Iswanto mengungkapkan, sejak 2023 aktifitas di Dekranasda terus mengalami peningkatan signifikan, dan menjadi salah satu penghasil Pendapatan Asli Daerah (PAD) Aceh Besar.

Gedung Dekranasda Aceh Besar menyediakan beberapa aula yang selama ini juga dikormersilkan. Lokasi itu sering dikunjungi pejabat kementerian bahkan menteri.

“Karena aktivitas di sini semakin padat dan musalla-nya relatif kecil maka dipandang perlu merenovasi supaya bisa menampung jamaah lebih banyak,” katanya.

Iswanto mengucapkan terima kasih kepada salah seorang yang telah mewakafkan dana untuk renovasi musalla Dekranasda Aceh Besar.

Muhammad Iswanto mengajak masyarakat Aceh Besar berlomba-lomba melakukan kebaikan sesuai dengan kemampuan.

“Karena ini merupakan harta agama untuk akhirat nanti dan tentunya akan digunakan untuk kemaslahatan umat,” pungkas Iswanto. []