Daniel Abdul Wahab: HUT Banda Aceh Harus Jadi Momentum Evaluasi Menyeluruh
PORTALNUSA.com | BANDA ACEH – WAKIL Ketua DPRK Banda Aceh, Daniel Abdul Wahab, menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Banda Aceh harus menjadi momentum refleksi sekaligus evaluasi menyeluruh terhadap arah pembangunan kota.
Pernyataan itu disampaikan Daniel usai mengikuti rangkaian HUT Kota Banda Aceh, Rabu, 22 April 2026.
Menurutnya, perjalanan panjang Banda Aceh sebagai kota bersejarah harus dijaga melalui kebijakan pembangunan yang adil dan berpihak pada rakyat.
“HUT Banda Aceh harus jadi momen evaluasi, apa yang sudah berhasil kita lanjutkan dan yang belum harus berani kita perbaiki demi rakyat,” ujar Daniel.
Secara historis, Banda Aceh—yang dahulu dikenal sebagai Kutaraja—merupakan pusat kekuasaan Kesultanan Aceh Darussalam, sekaligus simpul perdagangan dan keilmuan Islam di kawasan Asia Tenggara. Identitas tersebut masih kuat hingga kini, tercermin dari keberadaan Masjid Raya Baiturrahman yang menjadi ikon kota.
Banda Aceh juga menjadi saksi salah satu tragedi kemanusiaan terbesar melalui tsunami Aceh 2004. Namun, dari bencana tersebut, kota ini bangkit dan menjadi simbol ketangguhan serta keberhasilan rekonstruksi.
“Sejarah panjang ini harus menjadi pijakan kita. Banda Aceh bukan hanya kota pemerintahan, tapi kota peradaban yang punya nilai dan identitas kuat,” tegas Daniel.
Harus Menyentuh Gampong
Daniel mengakui bahwa berbagai capaian pembangunan telah terlihat, namun ia menekankan pentingnya pemerataan hingga ke tingkat gampong.
“Banyak kemajuan, tapi tantangan masih nyata. Fokus kita ke depan adalah memastikan pembangunan benar-benar dirasakan sampai ke tingkat gampong,” tandas Daniel Abdul Wahab.
Menurutnya, pembangunan tidak boleh hanya terlihat di pusat kota, tetapi harus dirasakan langsung oleh masyarakat di seluruh wilayah Banda Aceh.[]



