Warga Baet Keluhkan Layanan Air Bersih PDAM Tirta Mountala, Macet dan Keruh
Laporan Kontributor Muzakir Ilza
PORTALNUSA.com | ACEH BESAR – Pelanggan air bersih PDAM Tirta Mountala di Desa Baet, Kecamatan Baitussalam mengeluhkan buruknya layanan dasar tersebut sehingga menuntut perhatian serius dari Pemkab Aceh Besar.
Laporan terbaru yang diterima media ini dari warga Baet, Minggu, 26 April 2026, persoalan air bersih masih berlanjut. Artinya, belum ada jaminan distribusi secara kontinyu, termasuk kualitas air yang diterima pelanggan.
“Sekarang sudah mulai mengucur lagi pelan-pelan, tetapi belum bisa dimanfaatkan karena masih keruh. Harus menunggu beberapa saat agar jernih,” lapor seorang warga Baet yang secara khusus melaporkan kondisi air pada Minggu siang, sekitar pukul 15.00 WIB.
Fachrezy, salah seorang warga perumahan Flamboyan Desa Baet mengatakan, air bersih yang seharusnya menjadi kebutuhan primer untuk aktivitas sehari-hari seperti mandi, cuci, dan kakus (MCK), justru sering tidak mengalir.
“Kalau pun mengalir, kualitasnya buruk, keruh. Perlu waktu untuk menunggu normal. Tidak jarang ketika menunggu air jernih tiba-tiba ngadat lagi,” kata Fachrezy dibenarkan pelanggan lainnya.
Dikatakan Fachrezy, sebagai pelanggan mereka rutin membayar tagihan setiap bulan, namun pelayanan yang diterima tidak sebanding.
“Kami bayar tiap bulan, tapi air sering tidak ada. Kalaupun ada, kualitasnya sangat buruk,” ujarnya dengan nada kecewa.
Permasalahan ini diduga terjadi akibat lemahnya sistem pengawasan kualitas (quality control) dari pihak perusahaan milik daerah tersebut.
“Kami berharap Bupati Aceh Besar Muharram Idris memberikan perhatian serius terhadap kebutuhan air bersih masyarakat. Jangan biarkan pelanggan terus mengeluhkan persoalan serupa secara terus menerus,” begitu harapan pelanggan air bersih PDAM Tirta Mountala di Desa Baet.[]



