Ini Titik Pusat Pertumbuhan Wisata Bahari di Sabang, Semuanya Penuh Pesona
PORTALNUSA.com | SABANG – Denyut pengembangan pariwisata Kota Sabang kini semakin terarah. Tiga destinasi unggulan di kawasan barat Pulau Weh, yakni Teupin Layeu, Gapang, dan Pulau Rubiah, diposisikan sebagai pusat pertumbuhan wisata bahari yang akan menopang peningkatan kunjungan wisatawan dalam beberapa tahun ke depan.
“Ketiga kawasan ini menjadi prioritas dalam strategi promosi dan pengelolaan destinasi tahun ini,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Harry Susethia, Selasa, 20 Januari 2026.
Penetapan kawasan tersebut bukan tanpa dasar. Hasil kajian yang dipublikasikan pada Oktober 2025 menempatkan ketiganya sebagai wilayah dengan nilai prioritas tertinggi untuk pengembangan infrastruktur pariwisata, khususnya penyediaan akomodasi dan pembenahan fasilitas pendukung.
Sejumlah rekomendasi dalam studi tersebut bahkan mulai direalisasikan Pemerintah Kota Sabang secara bertahap pada tahun 2026, terutama pada aspek penataan ruang dan aksesibilitas.
Kawasan Teupin Layeu atau yang lebih dikenal wisatawan sebagai Pantai Iboih menjadi simpul utama aktivitas wisata bahari di Sabang. Dari titik inilah wisatawan menyeberang menuju Pulau Rubiah.
Air lautnya yang jernih memperlihatkan gradasi biru-kehijauan yang memikat. Terumbu karang yang relatif masih terjaga menjadikan kawasan ini favorit bagi pecinta snorkeling maupun diving.
Selain kekuatan alamnya, fasilitas pendukung di Teupin Layeu terbilang cukup lengkap. Tersedia penginapan berbentuk bungalow, warung makan, hingga jasa penyewaan alat selam. Namun demikian, penataan area parkir dan pengaturan arus kendaraan masih menjadi pekerjaan rumah yang kini mulai dibenahi.
Tak jauh dari Teupin Layeu, Pantai Gapang menawarkan karakter berbeda. Hamparan pasir putih lembut berpadu dengan suasana yang lebih tenang, menjadikannya tempat ideal bagi wisatawan yang mencari ketenangan.
Di bawah permukaan lautnya, spot Gapang House Reef dikenal luas di kalangan penyelam. Biota laut yang beragam serta visibilitas air yang baik menjadikan lokasi ini sering masuk dalam daftar penyelaman favorit wisatawan domestik maupun mancanegara.
Pengembangan di kawasan ini difokuskan pada peningkatan kualitas akomodasi dan penguatan standar pelayanan wisata selam agar mampu bersaing dengan destinasi bahari lain di Indonesia.
Pulau Rubiah yang berjarak sekitar 5–10 menit perjalanan perahu dari Teupin Layeu tetap menjadi ikon utama wisata bawah laut Sabang. Taman Laut Rubiah menyimpan kekayaan biodiversitas laut yang memikat.
Ikan-ikan tropis warna-warni, penyu hijau, hingga terumbu karang yang masih relatif sehat menjadi daya tarik utama. Kejernihan air memungkinkan wisatawan menikmati panorama bawah laut bahkan hanya dengan snorkeling ringan di tepian pulau.
Di sisi lain, pulau ini juga menyimpan jejak sejarah berupa bangunan bekas karantina haji pada masa lampau, yang menambah nilai historis destinasi tersebut.
Menurut Kadis Pariwisata Kota Sabang, pengembangan tidak semata berorientasi pada peningkatan kunjungan, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan. Upaya yang tengah dilakukan antara lain peningkatan kualitas dermaga penyeberangan, penataan parkir, serta pembenahan akses jalan menuju kawasan wisata, termasuk konektivitas ke Tugu Nol Kilometer.
Ia berharap langkah tersebut mampu mendorong perputaran ekonomi masyarakat setempat tanpa mengorbankan kelestarian alam yang menjadi kekuatan utama Sabang.
Dengan potensi alam yang kuat dan arah kebijakan yang lebih terstruktur, kawasan Teupin Layeu, Gapang, dan Pulau Rubiah diproyeksikan menjadi episentrum pertumbuhan wisata bahari Sabang dalam beberapa tahun ke depan sekaligus menjadi lokomotif ekonomi berbasis kelautan yang berkelanjutan bagi masyarakat Pulau Weh.[]








