Konflik Rumah Tangga Marak di Kota Banda Aceh
PORTALNUSA.com | BANDA ACEH — Persoalan rumah tangga yang meliputi hubungan suami istri, pola pengasuhan anak, hingga dinamika keluarga menjadi persoalan yang banyak dikeluhkan warga Kota Banda Aceh.
Persoalan tersebut terungkap pada layanan konsultasi keluarga dan pengobatan gratis yang digelar Mobil Klinik FDPeduli, di Masjid Al Badar, Gampong Kota Baru, Kuta Alam, Banda Aceh, Minggu, 14 Juni 2026.
Kegiatan yang menjadi bagian dari program pelayanan kesehatan gratis rutin usai shalat subuh bersama Jamaah Shubuh BBC tersebut, menghadirkan pakar Hukum Islam dan Hukum Keluarga, Dr. Agustin Hanafi, Lc, MA.
Akademisi senior yang juga Ketua Program Studi Hukum Keluarga pada Fakultas Syariah dan Hukum serta Pascasarjana Universitas Islam Negeri Ar-Raniry tersebut menyebutkan, pasien konsultasi mengalami banyak persoalan keluarga seperti, suami tidak peduli terhadap istri dan anak karena usia pernikahan terpaut jauh.
Kasus lainnya adalah istri jauh lebih tua dari suami, istri ingin menggugat suami, menantu ingin menguasai harta dan menekan istri agar menjauhi ibunya.
Juga ada kasus tidak datang ke rumah ibunya saat Hari Raya, suami dan anak stres karena tidak punya daya saing dan rapuh di bawah tekanan istri yang usianya lebih tua.
Selain itu, Agustin mengatakan, masalah konsultasi yang paling banyak disampaikan warga berkisar pada relasi suami istri, komunikasi dalam rumah tangga, hak dan kewajiban pasangan, hingga persoalan pendidikan dan pembinaan anak di tengah tantangan kehidupan modern.
Ketua FDP, dr Nurkalis mengatakan, layanan konsultasi keluarga sengaja dihadirkan pada sesi pengobatan gratis kali ini karena menjadi salah satu bagian penting dalam program Mobil Klinik FDP Peduli.
“Persoalan kesehatan masyarakat tidak selalu berkaitan dengan kondisi fisik semata, tetapi juga erat berhubungan dengan ketahanan keluarga sebagai fondasi kehidupan sosial, untuk itu layanan konsultasi keluarga akan kita hadirkan terus di Mobil Klinik FDPeduli,” ujarnya.
Selain itu, kata Nurkhalis, kehadiran layanan konsultasi keluarga dalam agenda ini menunjukkan bahwa dakwah sosial tidak hanya berbicara tentang bantuan kesehatan, tetapi juga menghadirkan solusi atas persoalan mendasar yang dihadapi keluarga muslim saat ini.
“Melalui program seperti ini, masyarakat diharapkan memperoleh akses lebih luas terhadap edukasi keluarga yang sehat, harmonis, dan berlandaskan nilai-nilai syariat Islam, sehingga mampu membangun rumah tangga yang kokoh di tengah berbagai tantangan zaman,” katanya.
“Mudah-mudahan ke depan bisa ada tempat khusus karena banyak hal sifatnya privasi tidak bisa disampaikan di ruang public bercampur dengan pengobatan gratis lainnya. Kami berterima kasih atas layanan ini semoga terus ada,” ujar seorang pasien konsultasi keluarga yang namanya minta tidak disebut.
Sejak April hingga pekan pertama Juni 2026 sebanyak 724 pasien mendapatkan layanan periksa gratis.
Kegiatan ini terlaksana atas kerja sama dengan sejumlah organisasi profesi kedokteran, di antaranya Ikatan Dokter Indonesia (IDI), PERKI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia), PAPDI (Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia), PDPI (Spesialis Paru) PERDOSNI (spesialis saraf). []








