Takziah ke Rumah Duka, Marlina Kenang Dedikasi Abu Doto untuk Aceh

Ketua TP PKK Aceh, Marlina Muzakir, saat bertakziah ke rumah duka mantan Gubernur Aceh, dr. Zaini Abdullah, di Gampong Garot, Aceh Besar, Selasa, 16 Juni 2026. (Foto : dok.Humas Pemprov Aceh untuk portalnusa.com)

PORTALNUSA.com|ACEH BESAR – Kepergian mantan Gubernur Aceh, dr. Zaini Abdullah atau Abu Doto, masih menyisakan duka mendalam bagi masyarakat Aceh. Sosok yang dikenal sebagai pejuang, dokter, sekaligus pemimpin daerah itu dikenang sebagai figur yang telah mengabdikan hidupnya untuk Aceh sejak masa konflik hingga era perdamaian.

Penghormatan tersebut disampaikan Ketua TP PKK Aceh, Marlina Muzakir, atau kak Na saat bertakziah ke rumah duka almarhum di Gampong Garot, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Selasa, 16 Juni 2026. Dalam kunjungan itu, ia didampingi Staf Ahli TP PKK Aceh, Mukarramah Fadhlullah.

Menurut Marlina, Abu Doto merupakan tokoh senior yang menjadi teladan bagi banyak generasi Aceh karena konsistensinya memperjuangkan kepentingan rakyat dalam berbagai fase perjalanan provinsi Aceh.

“Beliau adalah sosok senior, seorang bapak bagi kita semua yang telah banyak berjuang untuk Aceh. Kiprahnya terlihat sejak masa konflik, saat merajut perdamaian, hingga memimpin Aceh sebagai gubernur,” ujar Marlina.

Ia menilai, wafatnya Abu Doto merupakan kehilangan besar bagi Aceh. Sosok almarhum tidak hanya dikenal karena perannya dalam pemerintahan, tetapi juga karena dedikasinya sebagai dokter dan tokoh yang selalu menempatkan kepentingan masyarakat di atas segalanya.

Marlina turut menyampaikan doa dan harapan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut.

“Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala khilafnya, dan menempatkan Abu Doto di tempat terbaik di sisi-Nya. Insya Allah beliau husnul khatimah,” katanya.

Sebagaimana diketahui, dr. Zaini Abdullah wafat pada 13 Juni 2026 di RSUD dr. Zainoel Abidin, Banda Aceh, dalam usia 86 tahun. Tokoh senior Gerakan Aceh Merdeka (GAM) itu pernah menjabat sebagai Gubernur Aceh periode 2012–2017 bersama Muzakir Manaf sebagai Wakil Gubernur Aceh.

Almarhum dimakamkan di Kompleks Sekolah Yayasan Tgk Chik Hanafiah, Gampong Rapana, Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie, kampung halamannya. []