Bangun Growth Mindset, GEN A Tempah 170 Santri Baru MUQ Pidie
PORTALNUSA.com| PIDIE – Guna menunjang berkembangnya pola berpikir atau Growth Mindset, lembaga Generasi Edukasi Nanggroe Aceh (GEN-A) menempah sebanyak 170 santri baru Madrasah Ulumul Quran (MUQ) dalam kegiatan seminar yang dipusatkan di aula MUQ setempat selama dua hari, 14 sampai 15 Juli 2026.
Pola Growth Mindset tersebut bukan sekadar pendidikan menjadi pintar akan tetapi, menuntut kemampuan setiap peserta didik mampu beradaptasi dalam belajar sepanjang hayat hingga terbentuk kesiapan mental dan karakter yang maksimal.
“Membangun Growth Mindset atau pola pikir bertumbuh menjadi salah satu bekal terpenting bagi peserta didik yaitu, pendidikan tidak lagi dimaknai sekadar sebagai proses memperoleh nilai akademik, melainkan sebagai perjalanan membentuk karakter, kemampuan, dan kemauan untuk terus berkembang,”sebut Direktur Eksekutif GEN-A yang sekaligus duta pemuda Indonesia 2025 Provinsi Aceh, Imam Maulana, kepada Portalnusa.com, Rabu, 15 Juli 2026.
Disebutkan lewat pembekalan Growth Mindset dengan beberapa materi atau pesan tersebut menjadi benang merah dalam seminar motivasi belajar bagi 170 santri baru MUQ kelas VII dan X. Maka, kegiatan kolaborasi antara MUQ Pidie bersama GEN-A tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap implementasi Gerakan Sekolah Sehat (GSS) dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat, berkarakter, dan mendukung perkembangan peserta didik secara optimal sehingga menjadi pelajar hebat.
“Jadi, porgram Growth Mindset ini adalah mengajak santri untuk memandang pendidikan sebagai proses membentuk manusia yang utuh,”ujarnya.
Menurut Imam, pendidikan sejatinya membawa perubahan pada tiga aspek utama, yakni mengubah seseorang dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak mampu menjadi mampu, dan dari tidak mau menjadi mau.
Katanya, banyak orang sebenarnya sudah tahu mana yang benar dan bahkan mampu melakukannya.
“Namun, tantangan terbesar sering kali adalah kemauan, maka, pendidikan yang baik bukan hanya mengajarkan ilmu dan keterampilan, tetapi juga membentuk karakter sehingga seseorang mau melakukan hal yang benar,”jelasnya.
Ditambahkan juga, program dalam memperkenalkan konsep Growth Mindset dan Fixed Mindset, serta mengajak peserta mengubah cara pandang terhadap kegagalan. Salah satu pesan yang paling ditekankan adalah mengganti kalimat ‘Saya tidak bisa’ menjadi ‘Saya belum bisa’, sebagai bentuk keyakinan bahwa setiap kemampuan dapat berkembang melalui proses belajar, latihan, dan ketekunan.
“GEN-A mengajak santri membangun growth mindset serta menekankan bahwa berilmu belum tentu sama dengan cerdas, dalam artian bekal pengetahuan, sedangkan kecerdasan adalah kemampuan menggunakan pengetahuan tersebut untuk memahami dan menyelesaikan persoalan yang dihadapi,”jelasnya.
Sementara itu, kepala MUQ Pidie, Tgk. Junaidi Ahmad, SAg, MH kepada Portalnusa.com, mengatakan, pembinaan karakter dan pola pikir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pendidikan di lingkungan dayah.
“Kami ingin melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama dan akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, semangat belajar sepanjang hayat, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,”ujarnya.
Disebutkan juga, kolaborasi GEN-A bersama MUQ melalui seminar ini menjadi salah satu ikhtiar untuk memperkuat bekal tersebut sejak awal para siswa memasuki lingkungan MUQ.
“Kami berharap para santri baru tidak hanya siap menghadapi tantangan akademik, tetapi juga tumbuh menjadi pelajar yang memiliki Growth Mindset, karakter yang kokoh, serta kepedulian terhadap kesehatan diri dan lingkungan sesuai semangat GSS,”ungkapnya. []









