Empat Penumpang Meninggal dalam Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2, Ratusan Korban Berhasil Dievakuasi

Proses evakuasi penumpang dari kapal KMP Mutiara Sentosa 2, di perairan Jawa Timur, Surabaya, Minggu, 2 Agustus 2026 (Foto: tangkapan layar Ig/@detiknews.com/kolase by.portalnusa.com)

PORTALNUSA.com | SURABAYA – Tim pencarian dan penyelamatan (SAR) mengonfirmasi empat penumpang meninggal dunia dalam musibah kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Sumenep, Madura, Jawa Timur. Sementara itu, ratusan penumpang lainnya berhasil diselamatkan melalui operasi evakuasi darurat yang menegangkan serta melibatkan sejumlah kapal di sekitar lokasi kejadian.

Di kutip dari detik.com, berdasarkan pembaruan data Kantor SAR Surabaya hingga Minggu, 2 Agustus 2026 pada pukul 15.15 WIB, sebanyak 222 orang telah dievakuasi dari kapal yang terbakar. Dari jumlah itu, 218 orang dinyatakan selamat, sedangkan empat orang ditemukan meninggal dunia.

Baca: Korban Meninggal Ledakan KMP Aceh Hebat 2 Bertambah, Taruna Poltekpel Malahayati Wafat Saat Dirawat di ICU

Juru Bicara Kantor SAR Surabaya, Novita Nirmala, mengatakan proses evakuasi dilakukan secara terpadu oleh tim SAR gabungan bersama kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi saat insiden terjadi. Para penyintas dievakuasi dalam beberapa gelombang sebelum dibawa ke lokasi penanganan.

Data SAR Surabaya menunjukkan, KM Meratus Pematang Siantar mengevakuasi 109 penumpang selamat dan dua korban meninggal. TB Hasnur 26 menyelamatkan 65 orang serta mengevakuasi satu korban meninggal. Sementara KM Meratus Project 3 mengevakuasi 13 korban selamat dan satu korban meninggal.

Adapun KM Transco Arafura menyelamatkan 17 orang, KM Prakarsa Mas mengevakuasi tujuh orang, dan KM SC Aila XVI juga membawa tujuh penumpang selamat.

Hingga Minggu sore, penyebab kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 masih dalam penyelidikan. Belum ada rincian identitas para korban maupun penyebab pasti terbakarnya kapal saat berlayar.

Tim SAR bersama instansi terkait masih melakukan pendataan terhadap seluruh penumpang dan memastikan tidak ada korban lain yang masih tertinggal di lokasi kejadian. Aparat juga akan menyelidiki penyebab kebakaran sebagai bagian dari proses investigasi keselamatan pelayaran.

Insiden ini kembali menjadi pengingat pentingnya penerapan standar keselamatan pelayaran di Indonesia, terutama pada jalur penyeberangan yang melayani mobilitas masyarakat dalam jumlah besar. []