DMDI Aceh Dorong Pengembangan Perkebunan Buah Tin Modern untuk Meningkatkan Ekonomi Generasi Muda Aceh

Rombongan DMDI Aceh yang dipimpin oleh Ketua DMDI Aceh, Drs. Aidi Kamal, MM, disambut langsung oleh pemilik kebun, Dato' Dr. Capt. Bakhtiar Aliff Ibrahim di Malaysia. (Foto : Dok DMDI Aceh/Kolase by.portalnusa.com)

PORTALNUSA.com | MALAYSIA – Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Aceh mendorong pengembangan perkebunan buah tin modern sebagai salah satu upaya memperkuat sektor agrobisnis dan meningkatkan perekonomian generasi muda di Aceh.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kunjungan studi ke Kebun Buah Tin Al Kautsar Eduqids di Shah Alam, Malaysia, pada 27 Juli 2026. Kegiatan yang diprakarsai Ketua Umum DMDI Indonesia, H. Said Aldi Al Idrus, itu menjadi bagian dari penguatan kerja sama agrobisnis antara Malaysia dan Aceh.

Baca: Mentan Apresiasi Kinerja Pemerintah Aceh, Janji Terus Dukung Pengembangan Pertanian dan Kopi Gayo

Rombongan DMDI Aceh yang dipimpin Drs. Aidi Kamal, M.M. diterima langsung pemilik kebun, Dato’ Dr. Capt. Bakhtiar Aliff Ibrahim. Selama kunjungan, peserta mempelajari teknik budidaya buah tin, mulai dari pembibitan, sistem penanaman, perawatan tanaman, hingga strategi meningkatkan produktivitas dan nilai ekonomi hasil panen.

Aidi Kamal menilai tanaman buah tin memiliki prospek yang menjanjikan untuk dikembangkan di Aceh karena didukung kondisi alam yang sesuai serta memiliki nilai ekonomi tinggi.

“Kami berharap kunjungan ini menjadi awal lahirnya sentra-sentra perkebunan buah tin modern di Aceh. Pertanian harus dipandang sebagai sektor usaha yang inovatif, menguntungkan, dan mampu melahirkan wirausahawan muda,” ujarnya.

Sementara itu, Dato’ Dr. Capt. Bakhtiar Aliff Ibrahim menyatakan kesiapannya mendukung pengembangan budidaya buah tin di Aceh melalui pelatihan, transfer teknologi, dan pendampingan bagi petani maupun generasi muda, baik di Malaysia maupun di Aceh.

DMDI Aceh berharap kolaborasi tersebut dapat melahirkan inovasi di sektor agrobisnis, membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat posisi Aceh sebagai salah satu daerah penghasil buah tin berkualitas di Indonesia. []