Hari Damai Aceh XXI di Pidie, 758 Mahasiswa dan 500 Anak Yatim Terima Bantuan

Wakil Bupati Pidie, Al-Zaizi Umar menyerahkan bantuan bagi 500 anak yatim serta unsur Forkopimda melepas burung merpati putih di teras masjid Agung Al-Falah Kota Sigli sebagai simbul perdamaian, Rabu, 15 Agustus 2026. (Foto Humas Setdakab Pidie untuk Portalnusa.com/ Kolase by.portalnusa.com)

PORTALNUSA.com | PIDIE – Peringatan Hari Damai Aceh ke-21 di Kabupaten Pidie tidak hanya diisi zikir dan doa bersama. Pemerintah Kabupaten Pidie juga menyalurkan bantuan dengan total anggaran sekitar Rp1 miliar kepada 758 mahasiswa dan 500 anak yatim dari 23 kecamatan.

Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Agung Al-Falah, Sigli, Sabtu, 15 Agustus 2026, tersebut digelar Badan Reintegrasi Aceh (BRA) bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Pidie.

Bantuan tersebut terdiri atas beasiswa tugas akhir atau skripsi bagi 758 mahasiswa serta bantuan pemberdayaan bagi 500 pengasuh anak yatim.

Kepala Bakesbangpol Pidie, Isnaini, mengatakan penyaluran bantuan menjadi salah satu cara pemerintah menerjemahkan manfaat perdamaian ke dalam program yang menyentuh masyarakat.

“Pemberian bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan manfaat perdamaian bagi masyarakat, khususnya generasi muda, yaitu mahasiswa dan anak yatim,” kata Isnaini kepada PortalNusa.com, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Selain penyaluran bantuan, peringatan Hari Damai Aceh diawali dengan zikir, pembacaan Yasin dan doa bersama yang dipimpin Tgk. H. Abu Iswar dari Gampong Pulo Baroh Aree, Kecamatan Delima.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pelepasan burung merpati putih di halaman Masjid Agung Al-Falah oleh Wakil Bupati Pidie Al-Zaizi Umar bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sebagai simbol perdamaian.

Isnaini mengatakan peringatan Hari Damai Aceh ke-21 merupakan momentum untuk mengenang proses perdamaian yang ditandai penandatanganan MoU Helsinki pada 15 Agustus 2005.

Menurutnya, perdamaian tidak cukup hanya diperingati setiap tahun, tetapi harus dijaga dan menjadi fondasi pembangunan Aceh.

“Peringatan Hari Damai Aceh ke-21 menjadi refleksi atas perjuangan, dedikasi dan pengorbanan para tokoh perdamaian Aceh yang telah dicapai di Helsinki. Perdamaian harus terus dikenang, dijaga dan dipertahankan sebagai fondasi pembangunan daerah,” ujarnya.

Dengan anggaran sekitar Rp1 miliar, program bantuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Damai Aceh di Pidie. Pemerintah daerah berharap bantuan dapat meringankan kebutuhan penerima sekaligus memastikan momentum perdamaian memberikan dampak yang lebih nyata bagi masyarakat. Puncak peringatan berlangsung khidmat dengan pengamanan dari aparat TNI dan Polri. []