NEWS

PSDKU USK Gayo Lues Diminta Tak Sekadar Jadi Kehadiran Simbolik

Ketua DPM USK, M. Alfhat Ghifari (Foto: Ist)

PORTALNUSA.com | BANDA ACEH – Ketua Umum Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (DPM USK), Muhammad Alfhat Gifari, meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Gayo Lues dan Rektor USK serius membangun serta meningkatkan kualitas Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) USK di Gayo Lues.

Menurut Alfhat, pembangunan PSDKU USK Gayo Lues harus dilakukan melalui sinergi yang kuat antara Pemerintah Daerah Gayo Lues dan pihak kampus USK. Keberadaan PSDKU dinilai memiliki potensi besar untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Gayo Lues dan daerah sekitarnya.

Namun, ia menyebut masih ada berbagai persoalan yang dikeluhkan mahasiswa PSDKU USK Gayo Lues. Di antaranya sistem pembelajaran yang dinilai belum efektif, keterbatasan fasilitas kampus, dukungan terhadap organisasi mahasiswa (Ormawa) yang masih minim, hingga persoalan pegawai yang disebut terhambat masalah gaji.

“PSDKU USK di Gayo Lues jangan hanya menjadi simbol kehadiran USK di daerah. Harus benar-benar dibangun dengan serius, baik dari sisi fasilitas, sistem pembelajaran, sumber daya manusia, maupun kehidupan kemahasiswaannya,” ujar Alfhat, Rabu (19/8/2026).

Alfhat menegaskan mahasiswa PSDKU Gayo Lues memiliki hak untuk mendapatkan kualitas pendidikan dan pelayanan akademik yang setara dengan mahasiswa USK di kampus utama. Karena itu, DPM USK mendorong adanya langkah konkret dari Rektor USK bersama Pemerintah Daerah Gayo Lues untuk menyelesaikan berbagai persoalan tersebut.

Sinergi kedua pihak dinilai penting agar PSDKU USK Gayo Lues dapat berkembang menjadi pusat pendidikan yang berkualitas dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Jangan sampai mahasiswa yang sudah memilih menempuh pendidikan di PSDKU justru merasa dianaktirikan. Pemerintah daerah dan USK harus duduk bersama, mendengar keluhan mahasiswa, kemudian menghadirkan solusi yang konkret,” tegasnya.

DPM USK, lanjut Alfhat, akan terus mengawal aspirasi mahasiswa PSDKU Gayo Lues agar berbagai persoalan yang ada mendapatkan perhatian dan penyelesaian dari pihak terkait.

“Kami akan terus mengawal aspirasi mahasiswa PSDKU Gayo Lues agar mendapatkan perhatian serius,” pungkas Alfhat.

Desakan ini menjadi sinyal kuat bahwa persoalan di PSDKU bukan sekadar isu kecil. Kehadiran kampus di luar kampus utama seharusnya menjadi jalan bagi pemerataan akses pendidikan, bukan justru melahirkan kesenjangan baru dalam kualitas layanan akademik dan fasilitas.

Publik kini menanti langkah nyata dari Pemerintah Daerah Gayo Lues dan Rektor USK untuk menjawab keluhan yang telah lama disuarakan mahasiswa.**