Kuala Kiran Pijay Dangkal, Hambat Nelayan Pasok Hasil Tangkapan
PORTALNUSA.com | PIDIE JAYA – Pendangkalan Kuala Kiran di Kecamatan Jangka Buya, Pidie Jaya, yang berlangsung selama puluhan tahun membuat nelayan kesulitan keluar-masuk untuk membawa hasil tangkapan.
Mukhlis (50), nelayan setempat, mengatakan pendangkalan mulai semakin terasa setelah gempa dan tsunami. Sedimentasi dan material pasir laut yang masuk ke kawasan kuala membuat jalur perairan semakin dangkal hingga menyulitkan boat nelayan melintas.
“Akibat pendangkalan kuala, nelayan kesulitan membawa hasil tangkapan. Kondisi ini juga berdampak pada pendapatan kami,” kata Mukhlis kepada Portalnusa.com, Senin, 24 Agustus 2026
Menurutnya, nelayan terpaksa menunggu air pasang agar boat dapat melintas. Waktu tunggu yang tidak menentu tersebut turut menambah biaya operasional.
Mukhlis berharap pemerintah segera melakukan normalisasi Kuala Kiran agar akses keluar-masuk boat nelayan kembali lancar.
“Kami berharap ada upaya normalisasi sehingga mobilisasi boat atau kapal tangkap bisa kembali lancar seperti sebelumnya,” ujarnya.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pidie Jaya, Fajri, S.Pi., mengatakan pihaknya telah mengusulkan normalisasi Kuala Kiran kepada DKP Aceh, Balai Wilayah Sungai (BWS) Aceh, hingga Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
“Pada dasarnya kami sedang menunggu realisasi bantuan untuk perbaikan atau normalisasi Krueng Kiran hingga Kuala Kiran,” kata Fajri.
Ia berharap dukungan dari pemerintah di tingkat provinsi maupun pusat dapat segera direalisasikan sehingga persoalan akses nelayan di kawasan tersebut dapat ditangani. []










