Pasca Bencana Hidrometeorologi, DKP Pidie Jaya Mulai Rehabilitasi Tambak Rusak
PORTALNUSA.com | PIDIE JAYA – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pidie Jaya mulai merehabilitasi areal tambak warga yang rusak akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi pada November 2025 lalu.
Rehabilitasi tahap awal dilakukan di Gampong Dayah Kleeng dan Meunasah Balek, Kecamatan Meureudu, dengan menyasar hamparan tambak seluas sekitar 7 hektare serta saluran sepanjang 1 kilometer.
Baca: Pidie Jaya Terima Excavator dari KKP untuk Pulihkan Tambak Pascabencana
Kepala DKP Pidie Jaya, Fajri, S.Pi., M.Si., mengatakan rehabilitasi ini merupakan bagian dari upaya pemulihkan aktivitas ekonomi petani tambak yang terdampak bencana hidrometrologi.
“Langkah awal, untuk sementara kami fokus rehab lahan tambak rusak ringan dan sedang di Gampong Dayah Kleeng dan Meunasah Balek, Kecamatan Meureudu, sembari menunggu realisasi dana dan alat berat yang memadai untuk menangani lahan rusak berat,” kata Fajri kepada Portalnusa.com, Jumat, 4 September 2026.
Dari data DKP Pidie Jaya per 1 September 2026, kerusakan tambak yang di akibatkan bencana hidrometeorologi tercatat dalam tiga kategori, yakni rusak berat 658,33 hektare, rusak sedang 347,52 hektare dan rusak ringan 745,64 hektare.
Untuk rehabilitasi tahap awal, DKP menggunakan excavator mini. Pekerjaan di dua gampong, ditargetkan selesai dalam waktu sekitar satu bulan.
Hingga Jumat, rehabilitasi telah mencakup sekitar 2 hektare lahan dan 200 meter saluran tambak.
Fajri mengatakan, lahan tambak yang masuk kategori rusak ringan dan sedang serta telah siap dikelola kembali, baik melalui rehabilitasi mandiri maupun bantuan pemerintah, akan mendapat dukungan berupa benih dan pakan.
Sementara itu, penanganan tambak yang mengalami kerusakan berat direncanakan dilakukan pada 2027.
“Bagi lahan yang mengalami rusak berat, penanganannya dilakukan pada tahun 2027 mendatang,” ujarnya. []











