Mahasiswa UUI Edukasi Ratusan Kaum Ibu, Ajarkan Cara Membuat Sabun Cuci Piring
PORTALNUSA.com | PIDIE JAYA – Kelompok 13 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) mengedukasi ratusan kaum ibu di Gampong Lueng, Kecamatan Jangka Buya, Pidie Jaya, cara praktis membuat sabun cuci piring Meulu Clean sebagai langkah mendorong kemandirian ekonomi dan pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Kegiatan dipusatkan di kompleks Meunasah Gampong Lueng, Kamis, 10 September 2026. Para peserta tak hanya mendapatkan penjelasan, namun juga diperlihatkan langsung tahapan cara meracik sabun hingga proses pengemasan dan pemasaran produk.
Ketua Kelompok KKN 13 UUI, Said Amirul Azlan, bersama penanggung jawab kegiatan, Syifaul Azkia dan Suci Ratna Dewi, mengatakan edukasi pembuatan sabun cuci piring Meulu Clean adalah bagian dari program pengabdian mahasiswa KKN UUI selama berada di Gampong Lueng.
“Kami menargetkan lewat kegiatan edukasi pembuatan sabun cuci piring Meulu Clean ini para ibu rumah tangga dapat lebih mandiri dalam membangun UMKM kelak nantinya,” kata Said Amirul Azlan kepada Portalnusa.com, Kamis, 10 September 2026.
Menurutnya, kegiatan tersebut mendapat respons positif dari kaum ibu yang mengikuti pelatihan. Antusiasme terlihat saat peserta mengikuti praktik pembuatan sabun secara langsung.
Dalam edukasi itu, mahasiswa KKN Kelompok 13 UUI memberikan pemahaman mulai dari proses produksi, pengemasan, pelabelan hingga strategi pemasaran produk kepada konsumen.
Untuk praktik pembuatan Meulu Clean, mahasiswa memperkenalkan sejumlah bahan utama yang mudah diperoleh. Di antaranya Texapon (SLES) sebanyak 250 gram yang berfungsi membantu mengangkat lemak sekaligus menghasilkan busa, garam dapur 250 gram sebagai bahan pengental, serta satu hingga dua buah jeruk nipis sebagai ekstrak alami untuk membantu meluruhkan lemak.
Selain itu, digunakan pewarna makanan secukupnya untuk memberikan warna hijau segar serta air bersih atau air hangat sebanyak 2 hingga 2,5 liter.
Seluruh tahapan pembuatan dipraktikkan secara terbuka di hadapan masyarakat, sehingga para peserta dapat melihat langsung proses pencampuran bahan hingga sabun siap digunakan.
“Selebihnya, untuk kelanjutan usaha dan kiat meracik sabun cuci piring tersebut, kami memberikan panduan melalui brosur yang telah dibagikan kepada setiap ibu-ibu yang mengikuti edukasi,” ungkap Said.
Melalui kegiatan itu, Kelompok 13 KKN UUI berharap keterampilan yang diperoleh para peserta tak berhenti sebagai pengetahuan, namun dapat dikembangkan menjadi produk rumahan yang memiliki nilai jual dan menjadi salah satu alternatif usaha bagi masyarakat Gampong Lueng.[]











