Ratusan Ayam Petelur Mati Mendadak di Simpang Tiga Pidie, Diduga Terserang Wabah ND

Puluhan ayam milik usaha milik Ihsan di Gampong Padang, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie, mati secara mendadak, Kamis, 17 September 2026. (Foto: Ihsan Kepasa/ Kolase by. Portalnusa.com)

PORTALNUSA.com | PIDIE – Ratusan ayam petelur milik warga Gampong Padang, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie, secara mendadak mati dalam tiga pekan terakhir. Kematian diduga akibat serangan Newcastle Disease (ND) atau yang oleh warga setempat dikenal sebagai penyakit ta’en.

Sementara itu, pemilik ternak, Ihsan, mengatakan sekitar 300 ekor ayam petelur yang dipeliharanya terdampak penyakit tersebut. Dalam kondisi terparah, sebanyak 10 hingga 15 ekor ayam mati setiap harinya.

“Sehari rata-rata 10 sampai 15 ayam mati secara mendadak. Terpaksa harus ditanam supaya virus tidak menjalar ke lingkungan lain,” kata Ihsan kepada Portalnusa.com, Kamis, 17 September 2026.

Menurut Ihsan, kondisi itu membuat usaha ternak ayam petelur yang dirintisnya sejak sekitar satu tahun lalu harus dihentikan sementara.

Padahal, dalam tujuh bulan terakhir usaha tersebut mulai menunjukkan hasil. Dari sekitar 300 ekor ayam, produksinya rata-rata mencapai 45 butir telur per hari.

Namun, serangan penyakit yang menyebabkan kematian ayam secara terus-menerus membuat aktivitas peternakan tidak lagi bisa dipertahankan.

Ihsan menjelaskan, penyakit ND merupakan penyakit menular pada unggas yang dapat menyerang sejumlah sistem tubuh, termasuk pernapasan, pencernaan dan saraf.

“Untuk sementara usaha dihentikan. Kemungkinan besar akan dilanjutkan kembali dengan melihat kondisi,” ujarnya.

Ia berharap kondisi tersebut segera mendapat perhatian sehingga wabah tidak meluas dan peternak lainnya dapat mengantisipasi risiko serupa. []