Percepat Rehab-Rekon Pascabencana, Pidie Jaya Kerahkan 66 Unit Alat Berat
PORTALNUSA.com | PIDIE JAYA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya mengerahkan 66 unit alat berat untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pascabencana hidrometeorologi, terutama banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada 26 November 2025.
Pengerahan alat berat ini difokuskan pada pemulihan infrastruktur pengendali aliran air, lahan pertanian, tambak, hingga lingkungan permukiman yang terdampak bencana.
Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, S.Sos., M.E., mengatakan percepatan rehab-rekon tidak hanya berorientasi pada penyelesaian pekerjaan fisik, tetapi juga memastikan masyarakat dapat kembali beraktivitas dan menggerakkan roda perekonomian.
“Fokus rehabilitasi dan rekonstruksi terutama pada infrastruktur pengendali aliran air, lahan pertanian, tambak, dan lingkungan permukiman yang terdampak bencana banjir bandang 26 November 2025 lalu,” kata Sibral kepada Portalnusa.com, Senin, 19 Oktober 2026.
Menurutnya, pemulihan pascabencana harus memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Karena itu, penanganan diarahkan untuk mengurangi hambatan yang masih dihadapi warga dalam memulihkan aktivitas sehari-hari, mobilitas, dan sumber penghidupan mereka.
Sebanyak 66 unit alat berat tersebut terdiri atas empat unit excavator PC 200, empat unit excavator PC 100, delapan unit excavator PC 55, empat unit backhoe loader, dua unit bulldozer, serta 44 unit dump truck.
Pelaksanaan rehab-rekon melibatkan tiga instansi di lingkungan Pemkab Pidie Jaya, yakni Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanpang), serta Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP).
Dinas PU memprioritaskan normalisasi Sungai Krueng Meureudu, pengerukan Muara Kiran, pembersihan saluran irigasi, serta penanganan lingkungan permukiman yang terdampak.
Sementara itu, Distanpang menangani pembersihan areal persawahan terdampak di Gampong Blang Awe, termasuk lahan yang telah ditumbuhi semak belukar, serta pembersihan saluran irigasi untuk mendukung pemulihan aktivitas pertanian.
Adapun DKP berfokus pada pembersihan tambak terdampak di Gampong Meunasah Balek beserta saluran tambak yang menunjang kegiatan usaha perikanan masyarakat.
Sibral menyebutkan, pengerahan alat berat tersebut turut didukung Menteri Dalam Negeri dan Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah M. Adam, sebagai bagian dari upaya mempercepat pemulihan wilayah pascabencana.
Pemkab Pidie Jaya menargetkan pekerjaan rehab-rekon tersebut dapat diselesaikan sebelum akhir 2026. Target itu diharapkan mempercepat pemulihan berbagai sektor terdampak sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas dengan lebih nyaman.
“Target kami, pemulihan melalui rehab-rekon ini dapat tuntas sebelum berakhirnya tahun 2026, sehingga masyarakat dapat hidup lebih nyaman,” ungkapnya. []













