Demokrat Aceh Siapkan Jingle Pelantikan, Joel Keudah Garap Narasi Sejarah Perdamaian

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Aceh, Sekaligus Walikota, Lhokseumawe, Sayuti Abubakar (Kiri) dan Joel Keudah (Kanan) di kantor Demokrat Aceh di kawasan Lueng Bata, Banda Aceh, Sabtu, 10 Oktober 2026. (Foto: Ist/Kolase: Portalnusa.com)

PORTALNUSA.com | BANDA ACEH – Sejarah perjalanan Aceh, dari masa konflik hingga perdamaian, akan menjadi salah satu benang merah dalam lagu khusus yang disiapkan untuk mengiringi pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Aceh periode 2026–2031.

Musisi Aceh, Joel Keudah, saat di hubungi media ini mengatakan, ia mendapat kepercayaan untuk menggarap lagu tersebut setelah bertemu dengan Ketua DPD Partai Demokrat Aceh terpilih, Sayuti Abubakar, di kantor partai itu di kawasan Lueng Bata, Banda Aceh, sekira pukul.10.00 Wib, pada pertengahan bulan Oktober 2026.

Pertemuan itu, ungkap Joel Keudah, membahas konsep lagu pembuka sekaligus jingle resmi pelantikan. Karya yang dirancang tidak hanya mengedepankan kekuatan musikal, namun juga diharapkan bisa menghadirkan pesan dan makna yang melekat pada perjalanan Partai Demokrat di Aceh.

Sayuti mengatakan, lagu itu harus digarap dengan serius, memiliki kualitas, serta mampu menyentuh emosi pendengarnya.

β€œDek Joel punya tugas khusus untuk merancang satu lagu berbobot dalam rangka pelantikan pengurus Demokrat Aceh mendatang. Harus berkualitas dan menyentuh, setidaknya sama hebatnya dengan karya-karya sebelumnya,” ujar Sayuti.

Menanggapi kepercayaan tersebut, Joel Keudah mengungkapkan bahwa konsep lagu akan dibangun melalui narasi yang dominan sejarah, dengan menempatkan perjalanan Aceh sebagai bagian penting dari pesan yang ingin disampaikan.

Musisi asal Bireuen itu berencana mengangkat masa konflik Aceh hingga proses perdamaian yang ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman Helsinki pada 15 Agustus 2005. Dalam narasi tersebut, peran Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), juga akan menjadi salah satu bagian yang di fokuskan.

β€œBerarti nanti lagunya kita rancang mulai dari masa konflik Aceh dengan hadirnya Bapak Susilo Bambang Yudhoyono sebagai tokoh perdamaian saat itu,” ujar Joel Keudah.

Selain perjalanan menuju perdamaian, Joel juga berencana memasukkan tragedi tsunami Aceh pada 26 Desember 2004 sebagai bagian dari narasi lagu. Bencana tersebut menjadi salah satu peristiwa paling menentukan dalam sejarah modern Aceh kedepan dan mampu meninggalkan ingatan mendalam bagi masyarakat sebagai semangat untuk membangun Aceh kedepan.

Melalui perpaduan lirik dan aransemen musik, nantinya lagu tersebut diharapkan dapat merangkai berbagai peristiwa penting, menjadi karya yang memiliki kekuatan emosional sekaligus merefleksikan perjalanan Aceh.

Bagi Partai Demokrat Aceh, jingle tersebut dipersiapkan untuk menjadi bagian dari prosesi pelantikan pengurus periode 2026–2031. Namun, lebih dari sekadar musik pengiring acara, konsep yang dirancang Joel membawa pesan tentang sejarah, perdamaian, dan ingatan kolektif masyarakat Aceh, tutup Joel Keudah. []