Strategis di Selat Malaka, Sabang Berpeluang Jadi Gerbang Maritim Internasional
PORTALNUSA.com | BANDA ACEH – Kota Sabang memiliki peluang dikembangkan sebagai pusat maritim dan logistik internasional berkat posisinya yang strategis di dekat jalur pelayaran Selat Malaka.
Potensi tersebut dibahas dalam Seminar Nasional bertema “Sabang sebagai Gerbang Strategis Pertumbuhan Ekonomi, Kedaulatan Maritim, dan Ketahanan Energi Nasional” yang digelar Lemhannas RI bersama Ikatan Alumni Lemhannas Aceh,
Seminar sepenuhnya di prakarsai PT Trans Continen, yang merupakan perusahaan multimoda transportasi, logistik dan rantai pasokan lintas benua. Selasa, 3 November 2026, di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh.
Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS), Dr. Iskandar Zulkarnaen, menekankan pentingnya optimalisasi posisi Sabang sebagai kawasan terdepan Indonesia sekaligus gerbang bisnis maritim atau maritime business gateway.
CEO PT Trans Continent, Dr. Ismail Rasyid, turut membahas peluang pengembangan bisnis, logistik, dan konektivitas maritim Sabang. Perusahaan yang bergerak di bidang transportasi multimoda, logistik, dan rantai pasok lintas benua itu menjadi penggagas seminar.
Pengembangan Sabang memiliki landasan hukum melalui Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2000 tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang. Kawasan ini berpeluang memperkuat konektivitas dengan Andaman dan Nicobar di India serta pusat ekonomi di Thailand dan Malaysia.
Data presentasi 2025 menunjukkan PDB Sabang sekitar US$123 juta, jauh di bawah Kedah, Malaysia, sebesar US$13,198 miliar dan Phuket, Thailand, US$8,5 miliar. Kunjungan wisatawan Sabang juga tercatat sekitar 270 ribu, dibandingkan Phuket 12,7 juta dan Kedah 3,2 juta kunjungan.
Di sektor industri maritim, Sabang berpeluang mengembangkan galangan dan perbaikan kapal, fasilitas pendukung minyak dan gas, serta shorebase. Potensi ini didukung jalur pelayaran Selat Malaka yang dilalui sekitar 75.000 kapal per tahun. Selain itu, paparan seminar mencatat potensi cadangan gas di Laut Andaman mencapai 10 TCF.
Untuk merealisasikan peluang tersebut, materi seminar mengusulkan peta jalan pengembangan Sabang 2027–2035. Tahap awal difokuskan pada penguatan regulasi dan optimalisasi pelabuhan, dilanjutkan pembangunan fasilitas BBM, shorebase, dan infrastruktur industri pada 2028–2030.
Sementara periode 2031–2035 diarahkan pada pengembangan fasilitas LNG, galangan kapal, dan penguatan Sabang sebagai pusat logistik regional. Pengembangan SDM, promosi internasional, serta koordinasi lintas kementerian juga menjadi bagian dari rencana tersebut.
Dengan potensi geografis dan maritim yang dimiliki, Sabang berpeluang mengambil peran lebih besar dalam perdagangan regional. Namun, realisasinya membutuhkan kepastian regulasi, kesiapan infrastruktur, konsistensi kebijakan, dan investasi produktif. []













