Sentuhan BTPN Syariah untuk Keluarga Inklusi di Serambi Mekah

Ita Risna selaku pemilik usaha kue khas Aceh (tengah) didampingi Dwi Charnila selaku Business Coach Area Aceh Besar menjelaskan salah satu produk kue ‘Dexta’ kepada Corporate & Marketing Communication BTPN Syariah, Ainul Yaqin pada kegiatan mengunjungi nasabah inspiratif bersama wartawan lintas media, Selasa, 14 Maret 2023. (Foto Portalnusa.com)

MENJELANG Ashar, 14 Maret 2023, serombongan wartawan lintas media singgah di tempat usaha kue khas Aceh di Jalan Nasional Banda Aceh-Medan, kawasan Samahani, Kecamatan Kuta Malaka, Kabupaten Aceh Besar. Tempat usaha yang bernama ‘Dexta’ tersebut berjarak sekitar 19,5 kilometer arah timur Kota Banda Aceh. Pengelolanya seorang ibu rumah tangga bernama Ita Risna, kelahiran Aceh Utara. “Selamat datang di tempat usaha Ibu Ita Risna. Beliau merupakan salah seorang penerima pembiayaan prasejahtera produktif dari BTPN Syariah. Kami sengaja membawa rekan-rekan wartawan ke tempat ini untuk merekam berbagai kisah sukses beliau. Semoga semakin memotivasi Bu Ita dan inspirasi bagi yang lain,” kata Corporate & Marketing Communication BTPN Syariah, Ainul Yaqin kepada wartawan, termasuk Portalnusa.com yang mengikuti program BTPN Syariah mengunjungi nasabah perempuan inspiratif di Aceh.

Sore itu, selama hampir 1,5 jam, wartawan merasakan berbagai sensasi dan kenikmatan aneka kue tradisional di tempat Dek Ta. Ada kekarah, bhoi, dodoi, wajik, aneka kue peunajoh, dan lainnya.

Sambil menikmati berbagai kue khas Aceh, Dek Ta—dipandu oleh Ainul Yaqin dan Dwi Charnila selaku Business Coach Area Aceh Besar—menceritakan kisahnya mengelola usaha.

“Beberapa tahun lalu, berdasarkan informasi dari seorang teman, saya mengajukan bantuan modal usaha ke BTPN Syariah. Saya dinilai layak dibantu. Yang saya dapatkan bukan hanya bantuan uang (modal) tetapi juga pendampingan. Alhamdulillah, dari modal awal sekitar Rp 5 juta sekarang omset bulanan saya telah mencapai Rp 30 juta,” ujar Dek Ta.

Toko Kue ‘Dexta’ di kawasan Samahani, Aceh Besar. (Foto Portalnusa.com)

Corporate & Marketing Communication BTPN Syariah, Ainul Yaqin menjelaskan, sebagai bank umum syariah, pihaknya fokus mengumpulkan dana dari keluarga sejahtera dan menyalurkan kepada keluarga inklusi. Program ini sudah berjalan sejak tahun 2014.

“Kami terus berikhtiar menjadi organisasi yang terus tumbuh bersama menginspirasi untuk seluruh stakeholder kami, nasabah, keluarganya dan komunitas untuk mewujudkan niat baik lebih cepat,” ujar Ainul Yaqin. Dia menambahkan, “kami membuka akses kepada masyarakat inklusi yang ada di pelosok negeri, salah satunya di Aceh sejak 2013.”

Khusus di Aceh, sebagai wilayah yang dijuluki negeri Serambi Mekah yang memiliki keistimewaan khusus dalam menjalankan syariat Islam sesuai Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah (LKS), menjadi terobosan penting dalam membangun ekonomi Islam di Aceh.

Hal ini, kata Ainul sejalan dengan ikhtiar BTPN Syariah untuk selalu menjadi lembaga keuangan syariah yang mewujudkan niat baik lebih cepat bagi seluruh pemangku kepentingan, sesuai dengan maqashid syariah atau tujuan utama syariah yaitu merealisasikan kemanfaatan bagi umat manusia.

Hingga Februari 2023, pembiayaan sekitar Rp 248 miliar telah tersalurkan kepada kurang lebih 79.000 perempuan keluarga prasejahtera produktif di Aceh yang dilayani dan tumbuh bersama BTPN Syariah.

“Selama kami menekuni bisnis ini, kami terinspirasi kisah-kisah nasabah kami dalam perjuangan mereka mewujudkan niat baik untuk hidup yang lebih berarti, salah satunya cerita Ibu Ita Risna dengan usaha kue khas Aceh,” ujar Ainul Yaqin sambil memperkenalkan sosok Bu Ita dengan usahanya yang terus berkembang.

Ketekunan dan kegigihan Ibu Ita menjadikan usahanya naik kelas, sehingga mereka patut menjadi nasabah inspiratif di mana mereka telah berhasil membangun perilaku unggul yaitu Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu (BDKS) untuk dirinya dan komunitasnya.

Dalam menunjang akses yang lebih luas lagi untuk melayani masyarakat inklusi, Bank BTPN Syariah tidak hanya memberikan akses keuangan melalui pembiayaan, tetapi juga akses pengetahuan lewat program pendampingan (daya), serta akses suplai dan pasar agar semakin mempermudah kehidupan masyarakat inklusi mewujudkan hidup yang lebih berarti.

Peran #bankirpemberdaya

Peran bankir, menurut Ainul Yaqin tidak hanya melakukan pemberdayaan kepada nasabah perempuan, tetapi BTPN Syariah juga memberikan kesempatan kepada perempuan-perempuan muda terlatih di Aceh untuk berkarier di bank sebagai community officer.

Mereka memiliki satu identitas sebagai #bankirpemberdaya, bankir yang juga memberikan pemberdayaan kepada keluara prasejahtera produktif.

Peran utama para community officer ini selain melayani dengan sepenuh hati juga  menjadi role model dalam membangun perilaku unggul  nasabah, yaitu Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu (BDKS).

Solusi untuk semua umat

Corporate & Marketing Communication BTPN Syariah, Ainul Yaqin menjelaskan, pembiayaan prasejahtera produktif dari BTPN Syariah diberikan berkelompok yang disebut ‘Tepat Pembiayaan Syariah’. Ini adalah pembiayaan tanpa jaminan yang diberikan untuk modal usaha bagi masyarakat prasejatera produktif khususnya perempuan.

Pembiayaan berkelompok ini memiliki tujuan untuk membangun empat karakter pada diri nasabah, yaitu ‘Berani berusaha, Disiplin, Kerjasama dan Saling Bantu’ yang diharapkan perilaku tersebut dapat menyebar sehingga tercapai tatanan masyarakat yang memiliki kekuatan secara ekonomi di suatu daerah.

“Contoh ibu-ibu yang sudah merasakan manfaat dari akses keuangan yang diberikan melalui  produk ini adalah sosok ibu-ibu tangguh di Nila Lampuuk, Aceh Besar dengan berbagai profil usaha mereka sehingga mampu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” ungkap Ainul.

Pembiayaan ini, lanjut Ainul diberikan sebagai modal usaha khusus kepada ibu-ibu prasejahtera yang  ada di pedesaan atau pinggiran kota di berbagai daerah di Indonesia untuk memulai usaha atau meningkatkan usaha mikronya.

Tidak hanya memberikan akses keuangan dan modal usaha, Tepat Pembiayaan Syariah juga mengupayakan pemberdayaan melalui pelatihan dan pendampingan secara berkala di bidang pengetahuan keuangan, kewirausahaan dan kesehatan.

Tepat Pembiayaan Syariah memiliki paket komplit untuk memberikan perubahan kehidupan nasabah prasejahtera meliputi:

Paket Keuangan: Bantuan modal usaha yang diberikan kepada nasabah untuk menjawab kebutuhan membangun dan mengembangkan usaha produktif. Bantuan ini kemudian dikembalikan dalam bentuk angsuran dua mingguan. Nasabah juga memperoleh manfaat tambahan lainnya yaitu asuransi jiwa untuk nasabah dan suami, tabungan, serta pembebasan angsuran setiap Hari Raya Idul Fitri.

Setelah tiga siklus dapat dilalui dengan baik, nasabah akan mendapatkan kesempatan untuk memperoleh pembiayaan perbaikan rumah dan pendidikan anak.

Program Pemberdayaan: Nasabah dapat terus meningkatkan kemampuan dan pengetahuan melalui program pendampingan berkelanjutan yang meliputi topik kesehatan, kewirausahaan dan pengembangan komunitas.

Sistem Keanggotaan: Nasabah dikelompokkan dalam satu sentra yang anggotanya dipilih sendiri oleh nasabah, dipimpin oleh Ketua Sentra yang dipilih oleh anggota sentra.

Pendampingan: Setiap sentra akan didampingi oleh petugas lapangan terlatih yang biasa disebut Community Officer. Secara rutin Community Officer kami melayani dan memberikan pendampingan kepada nasabah dengan cara bertemu di tempat-tempat nasabah.

Peresmian Kantor Cabang

Pj. Wali Kota Banda Aceh, H Bakri Siddiq didampingi Financing Business Director BTPN Syariah Dwiyono Bayu Winantio; Kepala BI Perwakilan Aceh Rony Widijarto, dan Kepala Subbag IKNB dan Pasar Modal OJK Aceh, M. Hakimi Sudarmi meresmikan Kantor Cabang BTPN Syariah Banda Aceh di Jalan Sri Ratu Safiatuddin, Peunayong, Rabu, 15 Maret 2023. (Foto For Portalnusa.com)

Kegiatan mengunjungi nasabah inspiratif juga dirangkai dengan menghadiri peresmian Kantor Cabang BTPN Syariah Kota Banda Aceh di Jalan Ratu Sri Safiatudi, Peunayong, Rabu, 15 Maret 2023.

Dengan adanya kantor cabang ini diharapkan akan semakin mendukung pertumbuhan masyarakat inklusi di Aceh melalui nasabah pendanaan yang menyimpan dananya di BTPN Syariah.

Sekilas tentang BTPN Syariah

Corporate & Marketing Communication BTPN Syariah, Ainul Yaqin memandu media briefing bersama Financing Business Director BTPN Syariah Dwiyono Bayu Winantio didampingi Business Coach Area Aceh Besar Dwi Charmila dan Shita Satyawati selaku Retail & Wholesale Funding Head di Kuala Village, Banda Aceh, Rabu, 15 Maret 2023. (Foto Portalnusa.com)

Ketika media briefing di Kuala Village, Banda Aceh, Rabu siang, 15 Maret 2023, Dwiyono Bayu Winantio selaku Financing Business Director BTPN Syariah menjelaskan, bank ini dibentuk melalui proses konversi PT Bank Sahabat Purba Danarta dan spin off Unit Usaha Syariah BTPN pada 14 Juli 2014. “BTPN Syariah menjadi Bank Umum Syariah ke 12 di Indonesia,” kata pria yang akrab disapa Mas Iin ini.

Iin mengatakan, BTPN Syariah menjadi satu-satunya bank di Indonesia yang memfokuskan diri melayani keluarga prasejahtera produktif yang memiliki potensi target market lebih dari 40 juta jiwa, yang biasa disebut ‘unbankable’, karena tidak memilki catatan keuangan dan dokumentasi legal.

BTPN Syariah, menurut Iin melihat hal ini sebagai tantangan sekaligus peluang. Oleh karena itu BTPN Syariah membangun sarana dan prasarana yang sangat berbeda dengan perbankan pada umumnya untuk memastikan produk dan layanan efektif serta efisien melayani segmen tersebut.

Sampai dengan akhir semester pertama 2022, dengan hanya memiliki 15 cabang di seluruh Indonesia, 47 Kantor Fungsional Operasional, namun bank memiliki 12.000 karyawan yang menjemput bola di hampir 70% total kecamatan di Indonesia.

BTPN Syariah secara langsung melakukan program pemberdayaan keluarga prasejahtera produktif di sentra-sentra nasabah dengan mengajarkan empat perilaku unggul pemberdayaan yaitu Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu (BDKS).

Pemred Portalnusa.com. Nasir Nurdin yang menjadi salah seorang peserta ‘mengunjungi nasabah inspiratif BTPN Syariah’ menerima cenderamata yang diserahkan Pjs External Communication Head BTPN Syariah, Nurul Aini pada acara makan malam menjelang akhir kegiatan, 15 Maret 2023. (Foto Fitrian Risky for Portalnusa.com)

Karyawan BTPN Syariah yang biasa disebut Melati Putih Bangsa (sebagian besar lulusan SMA terlatih) dengan jabatan sebagai Community Officer Bank. Sebagai Bank yang juga menghimpun dana, saat ini, terdapat sekitar 20.000 nasabah sejahtera yang menyimpan dana di BTPN Syariah dan dilayani oleh personal banker profesional, dimana hampir 100% dana yang ditempatkan disalurkan kepada keluarga prasejahtera produktif yang mencapai 4,25 juta nasabah aktif.

Perubahan dampak sosial nasabah juga diukur setiap tahunnya, di antaranya probabilitas kembali ke garis prasejahtera, penurunan persentase anak bersekolah, peningkatan kemampuan mencicil pembiayaan dan menabung. Ini menunjukkan peningkatan pendapatan keluarga.

Metode dan alat survei yang dipilih merupakan alat yang berlaku internasional dan memiliki kredibilitas yang baik, tapi tetap mudah dalam pengimplementasiannya yaitu PPI (Poverty Probability Index) dari IPA (Inovative for Poverty Action). Keyakinan untuk ‘Do Good Do Well’ (berkinerja baik sekaligus memiliki dampak sosial yang nyata).

“Inilah yang membuat seluruh insan di BTPN Syariah memiliki satu identitas yang sama, yaitu #bankirpemberdaya,” demikian Financing Business Director BTPN Syariah.[]