Bergeser dari Aceh, Pengungsi Rohingya Juga Ditolak di Sumut

Foto dokumen: Pengungsi Rohingya diangkut dan ditempatkan oleh warga Aceh Besar di teras Kantor Gubernur Aceh, Minggu malam, 10 Desember 2023 setelah terjadi penolakan di Desa Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya.. (Foto Nasir Nurdin/Portalnusa.com)

PORTALNUSA.com | LANGKAT – Maraknya aksi penolakan di Aceh, ratusan pengungsi Rohingya mencari lokasi pendaratan baru di Sumatera Utara (Sumut). Dalam dua hari terakhir terpantau ada dua kapal pengangkut pengungsi Rohingya menepi di Kabupaten Langkat dan Deli Serdang.

Pada Sabtu malam, 30 Desember 2023, sekitar pukul 23.00 WIB, sekitar 170 pengungsi Rohingya terdeteksi mendarat di Pantai Desa Kwala Besar, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat.

Kemudian Polres Pelabuhan Belawan menyatakan, sebanyak 147 pengungsi Rohingya mendarat di Desa Karang Gading, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang.

Pengungsi Rohingya yang mendarat di Desa Kwala Besar menumpangi sebuah perahu. Kepala Desa Kwala Besar, Amirudin sudah mengumumkan penolakan pengungsi Rohingnya bermukim di Desa Kwala Besar.

“Masyarakat tadi juga saya imbau melalui pengumuman, Desa Kwala Besar menolaklah supaya tidak bertempat tinggal atau bermukim di sini,” ujarnya sebagaimana dilansir detikSumut, Minggu, 31 Desember 2023.

Amirudin tidak ingin kedatangan pengungsi Rohingya menimbulkan gesekan di tengah masyarakat. Jadi dia sudah menyampaikan pengumuman kepada masyarakat bahwa sikap perangkat desa menolak pengungsi Rohingya menetap.

“Sebelum ada permasalahan, cuma sesuai kita dengar, di wilayah manapun tidak ada yang mau menerima mereka bertempat tinggal di desanya atau di wilayahnya,” tutur Amirudin.

“Alhamdulillah masyarakat memahami, artinya jangan gara-gara mereka, masyarakat di Desa Kwala Besar jadi berselisih paham atau pertengkaran. Namanya manusia, ada yang nerima dan sebagian menolak,” ucapnya.

Menurut Amiruddin, sesuai keterangan masyarakat ada sekitar 170-an jumlah pengungsi Rohingya yang mendarat di desanya, termasak anak kecil dan bayi. Masyarakat memberikan makanan, bahkan ada yang membawa obat-obatan sebagai bentuk kepedulian terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

Sedangkan di satu titik pendaratan lainnya, yaitu di Desa Karang Gading, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang tercatat 147 orang terdiri 53 laki-laki, 39 perempuan, 25 anak laki-laki, dan 30 anak perempuan.[]

Β