Warga dan Mahasiswa Boyong Barang Elektronik Rusak Akibat Gangguan Listrik ke PLN Meulaboh

Massa yang menamakan diri Gerakan Masyarakat Umum Raya (Gempur) berunjukrasa di halaman Kantor PLN UP3 Meulaboh dengan membawa alat elektronik yang rusak akibat gangguan listrik yang terjadi sejak beberapa hari terakhir, Kamis, 6 Juni 2024. (Foto Rico Maharsi/Portalnusa.com)

PORTALNUSA.com | MEULABOH – Warga dan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Umum Raya (Gempur) melakukan aksi unjuk rasa di halaman Kantor PLN UP3 Meulaboh, Kamis, 6 Juni 2024.

Aksi tersebut dilakukan imbas dari maraknya gangguan listrik sejak beberapa hari terakhir. Massa membawa sejumlah barang elektronik yang rusak akibat gangguan listrik.

“Kami hari ini menuntut ganti rugi sesuai dengan UU Ciptaker dan menuntut hak kompensasi dampak dari pemadaman listrik sesuai peraturan yang berlaku,” ujar Deni Setiawan kepada wartawan seusai aksi.

Deni juga mendesak Pemerintah Aceh segera membangun pusat unit pengaturan energi kelistrikan di Aceh agar Aceh tidak bergantung dan diatur oleh Sumatera Utara terkait pembagian arus listrik.

Baca: PLN Tak Cukup Minta Maaf Jika Terjadi Gangguan Pelayanan

“Pembangkit listriknya ada di Aceh, tapi kita harus membeli listrik ke Sumatera Utara,” kata Deni.

Ia juga mengharap Pemerintah Aceh jangan tidur ketika rakyat sedang menderita dalam kegelapan. PLN juga jangan hanya berkomentar dengan berbagai argumen sedangkan kerugian yang dialami pelanggan tidak pernah diperhitungkan.

“Jika tuntutan (kompensasi) tidak dipenuhi, kita akan melakukan aksi susulan dengan skala lebih besar dan meluas,” tandas Deni.

Manager PLN UP3 Meulaboh, Aditya setiawan menyampaikan aspirasi masyarakat akan dijawab pada Senin 10 Juni 2024. Karena pihaknya hanya menjalankan fungsi pelayanan, sementara kebijakan ada pada pimpinan, apalagi menyangkut kompensasi dan ganti rugi seperti diminta.

“Kejadian ini bukan hanya di Meulaboh tapi secara sistem terjadi di wilayah Sumatera secara keseluruhannya,” jelas Aditya.

PLN tetap menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, PLN memahami kondisi yang terjadi dan berharap masyarakat dapat menyikapi permasalahan ini dengan saling support satu sama lain.[]