Program Bustami-Fadhil Unggul dan Masuk Akal, bukan Cet Langet

Moharriadi

Catatan Moharriadi*)

BUSTAMI Hamzah yang dikenal dengan panggilan Om Bus menawarkan pendekatan yang lebih unggul dalam bidang investasi, penanaman modal, pembinaan UMKM, dan penurunan angka pengangguran di Aceh dalam kampanye Pilkada 2024.

Keunggulan yang menjadi daya tarik program Bustami Hamzah yaitu dalam aspek pendekatan pro-investasi.

Bustami, yang didukung oleh koalisi partai nasional, lebih mampu menjalin hubungan baik dengan pemerintah pusat, yang dapat memudahkan akses Aceh terhadap investor luar dan dukungan kebijakan yang menguntungkan.

Pendekatan pro-investasi ini mencakup insentif pajak dan pengurangan regulasi yang berlebihan yang ditawarkan akan dilakukan oleh Bustami Hamzah, yang membuat iklim investasi lebih kondusif di Aceh.

Bustami Hamzah juga akan membangun infrastruktur penunjang investasi yang berfokus pada peningkatan aksesibilitas, seperti perbaikan jalan, pelabuhan, dan bandara.

Infrastruktur ini sangat penting untuk menarik investor dan memudahkan pengembangan bisnis di Aceh, terutama di sektor agribisnis, pariwisata, dan industri kecil menengah.

Infrastruktur yang baik juga menjadi daya tarik bagi investor untuk membangun pabrik atau pusat produksi, yang berpotensi menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal.

Hal ini semua menjadi prioritas penting dalam pemerintahan Bustami Hamzah-M. Fadhil Rahmi ke depan.

Bustami Hamzah-M. Fadhil Rahmi juga akan memprioritaskan penanaman modal yang inklusif baik lokal dan asing dengan mengutamakan proyek yang melibatkan masyarakat lokal dan memberi kesempatan kemitraan dengan UMKM.

Ini bisa memberikan dampak langsung kepada masyarakat dengan penyerapan tenaga kerja yang tinggi.

Di samping itu Bustami bertekad memberikan perhatian khusus pada UMKM dengan menyediakan pelatihan, bantuan modal, dan akses pasar, baik dalam maupun luar negeri.

Program pembinaan UMKM ini dapat membantu meningkatkan kualitas produk lokal Aceh, memperluas pangsa pasar, serta meningkatkan daya saing UMKM.

Ia juga menggagas program digitalisasi UMKM yang memberi pelatihan dalam pemasaran online dan teknologi keuangan, sehingga UMKM di Aceh dapat berkembang di era digital.

Yang tidak kalah penting lainnya adalah kerja sama dengan sektor pendidikan untuk penyerapan tenaga kerja dan menurunkan angka pengangguran.

Kerja sama dengan sektor pendidikan, termasuk universitas dan sekolah vokasi ini untuk mempersiapkan lulusan yang siap kerja.

Program magang yang terintegrasi dengan sektor swasta diharapkan dapat menciptakan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Bustami juga menawarkan program khusus untuk mengembangkan ekonomi kreatif dan pariwisata sebagai sumber baru lapangan kerja.

Dengan menonjolkan keindahan alam dan budaya Aceh, serta memberikan pelatihan kepada masyarakat dalam bidang pariwisata dan ekonomi kreatif, diharapkan dapat menarik wisatawan dan menciptakan pekerjaan baru di sektor ini.

Terakhir Bustami menyusun program dana bergulir dan kemudahan kredit untuk UMKM terutama di sektor pertanian, perikanan, dan kerajinan, yang merupakan potensi utama di Aceh.

Program ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan UMKM di tingkat desa dan mengurangi ketergantungan terhadap bantuan pemerintah dengan memajukan ekonomi rakyat.

Di sisi lain, program yang ditawarkan Bustami memiliki keunggulan dalam membangun hubungan dengan pusat dan mengusung program yang dapat menjembatani antara investasi dari luar dan pemberdayaan ekonomi rakyat lokal.

Bustami diyakini mampu mengimplementasikan program-program ini dengan baik sehingga pemilih di Aceh yang menginginkan perbaikan ekonomi dan penurunan pengangguran melalui investasi yang tepat sasaran dan penguatan UMKM yang berdaya saing menambahkan pilihannya pada Bustami Hamzah-M. Fadhil Rahmi, calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh nomor urut 1. []

*)Penulis adalah Tim Pemenangan Om Bus-Syech Fadhil