Ibu Rumah Tangga di Aceh Besar Diduga Gelapkan Mobil Rental dan Tukar dengan Sabu
PORTALNUSA.com I BANDA ACEH – Personel Opsnal Unit VI Satreskrim Polresta Banda Aceh menangkap seorang ibu rumah tangga berinisial Nur (34), warga Montasik, Kabupaten Aceh Besar, yang diduga melakukan tindak pidana penggelapan mobil rental milik Ziyauzzaki (34), warga Gampong Lambaro Sukon, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar.
Penangkapan dilakukan di Gampong Lambhuk, Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, Selasa siang, 3 Maret 2026.
Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Andi Kirana melalui Kasi Humas, Iptu Erfan Gustiar membenarkan pengungkapan kasus penggelapan kendaraan bermotor tersebut.
“Benar, personel Opsnal Satreskrim Polresta Banda Aceh melakukan penangkapan terhadap Nur, seorang ibu rumah tangga, tadi siang,” ujar Iptu Erfan.
Kronologi kejadian
Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, peristiwa bermula pada September 2025.
Saat itu, pelaku merental satu unit mobil Toyota Avanza Veloz BL 1843 LO milik korban dengan alasan hendak bepergian ke Lhokseumawe selama lima hari.
Namun, setelah masa sewa berakhir, pelaku tidak mengembalikan kendaraan tersebut.
Merasa dirugikan, korban kemudian melaporkan kejadian itu ke Polresta Banda Aceh sesuai Laporan Polisi Nomor: LPB/806/X/2025/SPKT/Polresta Banda Aceh tertanggal 14 Oktober 2025.
Selama proses penyelidikan, personel Opsnal Unit VI Satreskrim yang dipimpin Ipda Nazli Agustiar melakukan pencarian hingga akhirnya berhasil mengamankan tersangka di kawasan Lambhuk.
Ditukar dengan narkoba
Dari hasil pemeriksaan sementara, tersangka mengaku telah menukar mobil rental tersebut dengan narkotika jenis sabu seberat satu ons kepada seorang pria berinisial IR (40), warga Aceh Utara.
Saat ini, tim opsnal masih melakukan pengembangan untuk mencari keberadaan kendaraan milik korban sekaligus menelusuri keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 486 KUHPidana dan telah ditahan di rumah tahanan Polresta Banda Aceh untuk proses hukum lebih lanjut.
“Kami masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap keberadaan mobil dan kemungkinan adanya tersangka lain,” pungkas Kasi Humas.[]






